Akurat

Kumpulan Cerita Pendek tentang Hewan, Mengandung Pesan Moral dan Cocok untuk Anak-Anak

Eko Krisyanto | 23 Juni 2025, 19:30 WIB
Kumpulan Cerita Pendek tentang Hewan, Mengandung Pesan Moral dan Cocok untuk Anak-Anak

AKURAT.CO Cerita pendek atau cerpen tentang hewan seringkali menjadi bacaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga penuh makna. 

Anak-anak maupun remaja bisa belajar tentang nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, rasa hormat, dan persahabatan melalui kisah-kisah ringan yang dibalut dalam kehidupan para hewan.

Baca Juga: Peduli Literasi Anak, Lomba Menulis 'Cerpen Kisah Bumi' Diapresiasi Pemerintah

Berikut 5 cerita pendek tentang hewan beserta pesan moral dari masing masing cerita. Cocok untuk dibaca kala santai, tugas sekolah, atau sebagai bahan renungan ringan.

1. Buaya dan Kancil yang Cerdik

Suatu hari di sebuah hutan, Si Kancil ingin menyeberangi sungai untuk mencari buah-buahan di hutan seberang. Namun, jembatan bambu yang biasa digunakan hanyut terbawa arus. Di kejauhan, dia melihat kawanan buaya berjemur di tepi sungai. Mereka terkenal rakus dan kejam.

Kancil itu bingung, bagaimana dia bisa melewati sungai tersebut. Melihat arusnya yang sangat deras dan banyak kumpulan buaya licik yang kelaparan. Bisa saja buaya itu datang dan menerkam Si Kancil

Namun Kancil tak kehilangan akal. Dia memiliki ide cerdik untuk bisa melewati sungai itu tanpa harus terbawa arus dan melewati kumpulan buaya ganas.

Dengan ide cerdiknya, Kancil berpura-pura datang membawa titah dari Raja Hutan. Dia berbohong kepada buaya dan berkata bahwa Raja Hutan akan mengadakan sebuah pesta makan besar di hutan seberang. Mendengar berita itu. buaya-buaya yang lapar sangat senang dan tidak sabar untuk ikut pesta makan. 

Lalu kancil meminta tolong para buaya membuat barisan di sungai agar kancil bisa menyeberangi dan menuju ke hutan seberang. Akhirnya buaya dengan sigap segera berjajar membentuk barisan di sungai. Kancil pun melompat dari satu punggung buaya ke punggung lainnya sambil menghitung lantang.

Setelah sampai di seberang, Kancil tersenyum dan berteriak, “Terima kasih, wahai buaya-buaya pintar! Tapi kalian terlalu mudah dibodohi!” Buaya-buaya marah dan kesal berusaha mengejar, tapi Kancil sudah lari jauh.

Pesan moral: Cerdik boleh, tapi jangan merugikan orang lain demi kepentingan sendiri.

2. Semut dan Belalang di Musim Dingin

Musim panas adalah waktu yang menyenangkan bagi semua hewan. Semut-semut kecil sibuk bekerja, mengumpulkan biji-bijian dan daun kering untuk persiapan musim dingin. 

Di sisi lain, seekor belalang justru menghabiskan waktu bernyanyi dan menari. Dia mengejek semut, “mengapa kamu repot-repot bekerja terus? Nikmati saja hari ini!”

Semut hanya tersenyum dan tidak membalas perkataan belalang. Tanpa kata, semut tetap bekerja terus menerus untuk persiapan musim dingin. Sementara belalang asyik sibuk sendiri dan tidak peduli dengan apa yang terjadi

Waktu berlalu, dan musim dingin akhirnya datang. Salju turun tebal, makanan sulit dicari. Belalang menggigil kedinginan dan lapar. Dia pun mendatangi rumah semut, berharap mendapat sedikit makanan.

Semut memberinya sepotong daun dan biji, lalu berkata, “aku tak akan membiarkanmu mati kelaparan. Tapi ingatlah, musim panas bukan hanya untuk bermain.” Belalang menunduk malu dan berjanji akan berubah.

Pesan moral: Jangan abai untuk mempersiapkan masa yang akan datang.

3. Si Burung Hantu Bijak dan Anak Hutan yang Tersesat

Di hutan yang lebat, tinggal seekor burung hantu tua yang dikenal bijaksana. Semua hewan kecil menghormatinya. Suatu hari, seekor anak rusa tersesat saat bermain terlalu jauh dari induknya. Dalam ketakutan, dia bertemu anak kelinci dan anak rubah yang juga tersesat.

Mereka bertiga berusaha mencari jalan pulang, tapi hutan terlalu lebat. Di tengah perjalanan, tiba-tiba datang dan muncul burung hantu yang bijak. Pada awalnya, anak Rusa, anak Kelinci, dan anak rubah yang tersesat sangat ketakutan. Namun dengan lembut, burung hantu perlahan mendekati mereka. Akhirnya mereka bertiga meminta tolong kepada burung hantu

Dengan ikhlas burung hantu itu membantu mereka agar bisa pulang kembali. Dia mengajari mereka cara mengikuti jejak kaki, mengenali arah matahari, dan mendengarkan suara angin. 

Perlahan, mereka berhasil menemukan jalan pulang.

Anak rusa akhirnya bertemu kembali dengan induknya, begitu juga anak-anak lain. Sejak hari itu, semua hewan kecil di hutan belajar lebih rajin dari burung hantu.

Pesan moral: Jangan ragu meminta bantuan dari yang lebih berpengalaman. Ilmu dan kebijaksanaan bisa menyelamatkan kita.

4. Anak Ayam yang Tak Mau Dengar

Seekor anak ayam yang masih kecil sering berjalan jauh dari induknya. Dia merasa sudah cukup besar dan pintar untuk menjelajahi halaman sendiri. Setiap kali induknya mengingatkan, dia hanya menjawab, “aku tahu arah, tak perlu ditemani!”

Suatu hari, anak ayam itu masuk ke ladang yang jarang dia kenali. Padahal induknya sudah mengingatkan berkali-kali untuk tidak bermain sendirian apalagi ke ladang. Dengan kedegilannya, dia nekat bermain di ladang itu. Induknya pun tidak mengetahui hal tersebut.

Tiba-tiba, seekor ular mendesis dari balik semak. Anak ayam panik dan berlari tanpa arah, hingga terjebak di dalam lumpur. Dengan ketakutan, dia menangis dan menyesal sambil berteriak minta tolong. Anak ayam itu meraung-raung meminta pertolongan. Dia semakin panik karena suara desis ular yang semakin dekat. Saat itu juga, dia sangat menyesal dan pasrah akan dimakan ular.

Karena insting induknya yang kuat, induknya mencari anak ayam yang hilang dan tak kunjung kembali dengan khawatir. Lalu induknya segera berlari ke ladang untuk mencari anak ayam itu. Untunglah anak itu masih berhasil diselamatkan dan sang ular belum menjemput nyawanya. 

Dengan tersedu-sedu anak ayam itu menangis di pelukan ibunya.  Anak ayam itu meminta maaf dengan penyesalan karena tidak mau mendengar sang induk. Sejak hari itu, anak ayam itu tak lagi sombong dan selalu mendengarkan nasihat ibunya.

Pesan moral: Belajar untuk mendengar nasihat orang tua, karena mereka ingin melindungi, bukan mengekang.

 Baca Juga: Cerpen Ternyata Bisa Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak, Simak Dampaknya!

5. Si Anjing dan Bayangannya

Di suatu pagi yang cerah, seekor anjing mendapatkan tulang besar dari seorang tukang daging. Sambil mengigit tulang besar tersebut, anjing itu kembali pulang menuju rumah dan berjalan dengan sangat senang.

Sepanjang perjalanan, dia sangat amat menjaga tulang besar itu. Anjing tersebut tidak mau sampai kehilangan tulang besar yang dia dapatkan. Dia sangat bangga membawa tulang yang besar.

Ketika menyeberangi jembatan, dia melihat ke bawah dan melihat bayangan seekor anjing lain membawa tulang yang lebih besar.

Lalu anjing tersebut kaget karena ada tulang yang lebih besar dari yang dia miliki. Dia sangat iri dan ingin merebut tulang yang lebih besar milik anjing tersebut.

Tanpa berpikir panjang, dia menyalak dan mencoba merebut bayangan itu. Tiba-tiba tulang besar yang dia gigit jatuh ke sungai dan terbawa arus.

Anjing itu sangat kaget dan yang lebih membuatnya kaget, ternyata anjing lain tersebut tidaklah nyata karena hanya pantulan dirinya sendiri yang ada di air.

Dia hanya bisa duduk tertunduk, lalu menyesal dan berujung kelaparan. Tulang besar yang dia miliki kini tidak ada lagi di gigitannya.

Anjing itu mempelajari bahwa keserakahan dan tak puas, justru akan kehilangan segalanya.

Pesan moral: Jangan serakah. Belajarlah bersyukur dengan apa yang kamu punya.

Baca Juga: Ini Alasan Si 'Kancil' Tak Menggonggong Saat Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Cerita-cerita pendek tentang hewan seperti ini memang sederhana, namun setiap kisahnya menyimpan pelajaran hidup yang berharga. Melalui tokoh-tokoh hewan yang beragam, anak-anak bisa belajar tentang nilai-nilai penting seperti bijak, jujur, kerja keras, dan rendah hati.

Athanasia Zelda Pasaribu (Magang)

 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R