Anak, Jangan Disuruh Banyak Belajar, Loh Kok Begitu?

AKURAT.CO Konsep parenting yang satu ini mungkin agak aneh atau mungkin akan ditentang banyak orang. Saat usia anak masih kecil, jangan forsir dan paksa dia untuk belajar biarkan kegiatan mengetahui dan mempelajari sesuatu bisa dieksplorasi sendiri oleh anak, namun juga bukan berarti kita tidak membantu dalam menstimulasi pertumbuhan dan perkembangannya di usia-usia awal.
Jangan paksa anak kita untuk terlampau cepat mempelajari sesuatu yang belum tentu di usianya tersebut dia sudah mengerti akan hal itu, hanya karena keegoisan akan rasa kompetitif kita yang tidak mau kalah dengan ibu-ibu lain. Contohnya, Anda sudah mengajari anak cara membaca, padahal usianya baru menginjak 2 tahun, mengenalkannya berbagai abjad boleh-boleh saja, namun jangan sampai anak dipaksa untuk menghapal ke-26 abjad secara sempurna, itu kurang baik.
Baca Juga: Klassku Bersama Humanity First Bantu Anak Belajar Online Lewat Aplikasi
Atau kita menginginkan bayi kita agar bisa segera berjalan di masa dimana belum waktunya dia untuk berjalan.
Tentu saja, memaksa anak memahami banyak hal seperti ini, akan menimbulkan efek bagi dia ke depannya, hanya saja banyak yang kurang memahami hingga menganggap bahwa ketika kita mampu mengajari anak berbagai hal itu adalah sesuatu yang exellence yang bisa kita lakukan sebagai orang tua.
Kita merasa mendapat penilaian luar biasa sebagai orang tua, padahal mungkin itu hanyalah angan-angan kita saja yang merasa jauh lebih maju ketimbang orang tua lain. Padahal kenyataannya kita telah mengeksploitasi anak kita, terus mem-push-nya untuk bertindak di luar naluri alamiahnya hanya demi memenuhi tuntutan ego pribadi sebagai orang tua, bukankah itu realitanya moms?
Mengenalkannya berbagai hal boleh-boleh saja asal jangan memaksa anak harus melalui proses perkembangan tertentu secara berlebihan.
Baca Juga: Deretan Aplikasi Marbel untuk Anak-Anak Belajar Agama
Berdasarkan pengamatan yang saya lihat di diri saya dan juga orang-orang sekitar, mereka yang terlalu diforsir untuk belajar saat kecil apalagi diberikan target-target tertentu baik saat di luar maupun di sekolahnya, ketika kelak dia dewasa, dia akan menjadi pribadi yang cenderung malas belajar dan pendidikan di sekolahnya pun tidak terlalu memuaskan, hal itu terjadi dikarenakan anak sudah terlampau bosan dalam belajar.
Jikalaupun hendak memilih playground TK, maupun PAUD, pilihlah yang sesuai dengan perkembangan anak, apakah anak sudah siap belajar atau masih harus bermain sambal belajar, atau apakah anak memang harus bermain saja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja







