Studi: Ibu Bekerja Dua Kali Lebih Mungkin Tinggalkan Pekerjaan demi Keluarga

AKURAT.CO Kesenjangan gender dalam memikul beban mental juga berdampak pada perempuan di tempat kerja. Sebuah studi Gallup baru-baru ini menunjukkan ibu yang bekerja dua kali lebih mungkin mempertimbangkan pengurangan jam kerja atau meninggalkan pekerjaan mereka karena tanggung jawab sebagai orang tua, kata peneliti Dr. Ana Catalano Weeks, seorang ilmuwan politik di Departemen Politik, Bahasa & Studi Internasional di Universitas Bath di Inggris.
Para peneliti mendorong keluarga untuk membicarakan siapa yang menanggung beban mental terberat dalam keluarga, dan bekerja sama untuk membantu menghilangkan stres dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Parenting ala Ayu Ting Ting, Jadi Teman Curhat Anak
Penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam Journal of Marriage & Family mengungkapkan bahwa ibu-ibu sangat memikul sebuah "beban mental."
Apa itu beban mental? Beban mental adalah pemikiran yang dibutuhkan untuk menjaga kehidupan keluarga bisa berjalan lancar. Ini termasuk tugas-tugas penjadwalan, perencanaan, dan pengorganisasian.
Baca Juga: Parenting ala Ayu Ting Ting, Jadi Teman Curhat Anak
Para peneliti menemukan bahwa ibu memikul tujuh dari 10 tugas beban mental rumah tangga. Tugas-tugas ini berkisar dari merencanakan makanan dan mengatur kegiatan hingga mengelola keuangan rumah tangga.
"Pekerjaan semacam ini sering kali tidak terlihat, tetapi penting," kata peneliti Dr. Ana Catalano Weeks.
Dalam penelitian tersebut, timnya menganalisis data dari 3.000 orang tua di AS, mengukur porsi tugas beban mental umum yang biasanya mereka tangani di rumah tangga mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









