Apa yang Disampaikan Sukarno tentang Pancasila dalam Pidatonya? Simak 4 Hal Berikut!

AKURAT.CO Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang dirumuskan oleh Ir. Sukarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945.
Pidato ini disampaikan dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan menjadi momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia.
Artikel ini akan membahas isi pidato Sukarno tentang Pancasila, yang mencakup lima prinsip dasar sebagai landasan negara Indonesia, berdasarkan penjelasan dari jurnal ilmiah.
Baca Juga: Kapan dan Di Mana Pelaksanaan Sidang Pertama BPUPKI?
1. Latar Belakang Pidato Sukarno
Menurut penelitian dari Universitas Indonesia, pidato Sukarno pada 1 Juni 1945 merupakan respons terhadap permintaan Ketua BPUPKI, Dr. Radjiman Wedyodiningrat, untuk mengemukakan dasar filosofis bagi negara Indonesia yang merdeka.
Sukarno menyampaikan pidato ini tanpa teks tertulis, menunjukkan kedalaman pemikiran dan keyakinannya terhadap konsep yang diusulkannya.
2. Lima Prinsip Pancasila
Penelitian dari Universitas Gadjah Mada menjelaskan bahwa dalam pidatonya, Sukarno mengusulkan lima prinsip dasar yang kemudian dikenal sebagai Pancasila:
-
Kebangsaan Indonesia
Sukarno menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Prinsip ini mengedepankan identitas nasional yang kuat dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.
-
Internasionalisme atau Perikemanusiaan
Prinsip ini menekankan pentingnya hubungan internasional yang damai dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Sukarno menginginkan Indonesia menjadi bagian dari komunitas global yang adil dan beradab.
-
Mufakat atau Demokrasi
Sukarno mengusulkan sistem pemerintahan yang berdasarkan musyawarah dan mufakat. Prinsip ini menekankan pentingnya partisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan. -
Kesejahteraan Sosial
Prinsip ini menekankan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sukarno menginginkan negara yang mampu memberikan kesejahteraan bagi semua warganya.
-
Ketuhanan Yang Maha Esa
Prinsip ini menekankan nilai-nilai spiritual dan keagamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sukarno mengakui keberagaman agama di Indonesia dan menginginkan toleransi antarumat beragama.
3. Makna dan Relevansi Pancasila
Menurut jurnal dari Universitas Airlangga, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga panduan moral dan etika bagi bangsa Indonesia.
Pancasila mencerminkan nilai-nilai luhur yang harus dijunjung tinggi oleh setiap warga negara.
Dalam konteks global, Pancasila juga relevan sebagai model bagi negara-negara lain yang menginginkan perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan.
4. Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Penelitian dari Universitas Padjadjaran menekankan pentingnya implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila harus menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, politik, ekonomi, hingga hubungan sosial.
Implementasi yang konsisten akan memastikan nilai-nilai Pancasila terwujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kesimpulan
Pidato Sukarno tentang Pancasila pada 1 Juni 1945 merupakan momen bersejarah yang menandai lahirnya dasar negara Indonesia.
Lima prinsip yang diusulkan oleh Sukarno—Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa—menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila tidak hanya relevan secara nasional, tetapi juga sebagai model kehidupan global yang damai dan adil.
Implementasi konsisten nilai-nilai Pancasila memastikan Indonesia tetap menjadi negara yang kuat, adil, dan sejahtera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








