Akurat

Media Pembelajaran Menurut Para Ahli Terbaru

Sultan Tanjung | 9 Oktober 2024, 19:15 WIB
Media Pembelajaran Menurut Para Ahli Terbaru

AKURAT.CO Media pembelajaran merupakan alat atau sarana yang digunakan dalam proses pendidikan untuk menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik.

Penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar.

Artikel ini membahas definisi media pembelajaran menurut para ahli terbaru serta pentingnya dalam konteks pendidikan modern.

Baca Juga: Dalam Konteks Pembelajaran Sosial Emosional, Mengapa Penting Untuk Memahami Perspektif Perkembangan Peserta Didik Dari Waktu Ke Waktu?

Definisi Media Pembelajaran Menurut Para Ahli

  • Azhar Arsyad (2016):

    Menurut Azhar Arsyad, media pembelajaran adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang berisi materi instruksional di lingkungan siswa, yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

    Media ini berfungsi sebagai perantara yang membantu menyampaikan pesan dari guru kepada siswa dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.

  • Nana Sudjana & Ahmad Rivai (2015):

    Mereka berpendapat bahwa media pembelajaran merupakan alat bantu mengajar yang termasuk dalam komponen metodologi.

    Media ini berfungsi memperjelas materi pelajaran dan membuat proses belajar mengajar lebih interaktif.

  • Yudhi Munadi (2013):

    Munadi menyatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana, sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif, di mana penerimanya dapat belajar secara efisien dan efektif.

  • Arief Sadiman, dkk (2014):

    Menurut Sadiman dan rekan-rekannya, media pembelajaran adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan untuk mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan.

Baca Juga: Latihan Pemahaman Menerapkan Pendekatan Teaching at the Right Level pada Pembelajaran PPG Modul 1

Pentingnya Media Pembelajaran dalam Pendidikan

  1. Meningkatkan Motivasi Belajar:
    Media pembelajaran yang menarik dapat memotivasi siswa untuk belajar. Misalnya, penggunaan video atau animasi dapat membuat materi lebih menarik dan mudah dipahami.

  2. Memperjelas Materi Pelajaran:
    Media pembelajaran membantu memperjelas konsep-konsep yang sulit dipahami jika hanya dijelaskan secara verbal. Penggunaan diagram atau grafik, misalnya, membantu siswa memahami materi yang kompleks.

  3. Meningkatkan Interaksi dan Partisipasi:
    Media pembelajaran interaktif, seperti aplikasi pembelajaran atau permainan edukatif, dapat meningkatkan partisipasi siswa, membuat mereka lebih aktif dan terlibat dalam proses belajar.

  4. Mendukung Pembelajaran Mandiri:
    Media pembelajaran memungkinkan siswa belajar secara mandiri. Bahan ajar yang dapat diakses kapan saja memberi fleksibilitas bagi siswa untuk belajar sesuai kecepatan dan gaya belajar mereka.

Baca Juga: Adanya Rutinitas Harian di Satuan Pendidikan Memudahkan Peserta Didik dan Guru Karena…

Studi Kasus dan Penelitian

Penelitian dari Universitas Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran inovatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan.

Siswa yang belajar dengan media interaktif menunjukkan peningkatan pemahaman materi dan keterlibatan di kelas.

Penelitian serupa dari Universitas Harvard juga menemukan bahwa media pembelajaran yang efektif dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa.

Penggunaan media yang sesuai dengan kebutuhan siswa sangat penting untuk mencapai hasil belajar yang optimal.

Kesimpulan

Media pembelajaran adalah komponen penting dalam pendidikan.

Menurut para ahli terbaru, media pembelajaran tidak hanya membantu menyampaikan materi dengan lebih efektif, tetapi juga meningkatkan motivasi, memperjelas materi, dan meningkatkan partisipasi siswa.

Dengan penggunaan media pembelajaran yang tepat, proses belajar mengajar dapat menjadi lebih menarik, interaktif, dan efektif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.