Akurat

Bagaimana Pendapatmu tentang Kebebasan Berekspresi bagi Anak Muda di Indonesia?

Sultan Tanjung | 5 Oktober 2024, 13:40 WIB
Bagaimana Pendapatmu tentang Kebebasan Berekspresi bagi Anak Muda di Indonesia?

AKURAT.CO Kebebasan berekspresi adalah hak fundamental yang diakui secara luas sebagai salah satu pilar utama dalam masyarakat demokratis.

Bagi anak muda di Indonesia, kebebasan berekspresi tidak hanya penting untuk pengembangan diri, tetapi juga untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Artikel ini akan membahas pentingnya kebebasan berekspresi bagi anak muda di Indonesia berdasarkan penjelasan dari jurnal ilmiah universitas di dalam negeri maupun luar negeri.

Baca Juga: Mengapa Anak Muda Harus Terlibat Aktif dalam Mengekspresikan Pendapat dan Terlibat dalam Demokrasi?

1. Kebebasan Berekspresi sebagai Hak Asasi Manusia

Kebebasan berekspresi adalah bagian dari hak asasi manusia yang diakui oleh berbagai instrumen internasional, termasuk Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik. 

Menurut jurnal dari Universitas Pendidikan Indonesia, kebebasan berekspresi memungkinkan anak muda untuk menyampaikan pendapat, ide, dan informasi tanpa takut akan pembalasan atau sensor.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa suara mereka didengar dan dihargai dalam masyarakat.

2. Peran Anak Muda sebagai Agen Perubahan

Anak muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat. 

Jurnal dari Universitas Negeri Yogyakarta menyebutkan bahwa dengan kebebasan berekspresi, anak muda dapat mengkritik kebijakan yang tidak adil, mengadvokasi hak-hak mereka, dan berpartisipasi dalam gerakan sosial.

Partisipasi aktif ini penting untuk mendorong perubahan positif dan inovasi dalam berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, dan sosial.

3. Tantangan dalam Kebebasan Berekspresi

Meskipun kebebasan berekspresi diakui sebagai hak fundamental, implementasinya di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. 

Menurut jurnal dari Universitas Gadjah Mada, salah satu tantangan utama adalah adanya undang-undang yang dapat digunakan untuk membatasi kebebasan berekspresi, seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Selain itu, tekanan sosial dan budaya juga dapat menghambat anak muda untuk menyuarakan pendapat mereka secara bebas.

4. Manfaat Kebebasan Berekspresi bagi Anak Muda

Kebebasan berekspresi memiliki banyak manfaat bagi anak muda. 

Jurnal dari Universitas Indonesia menjelaskan bahwa dengan kebebasan berekspresi, anak muda dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kreativitas, dan membangun kepercayaan diri.

Selain itu, kebebasan berekspresi juga memungkinkan anak muda untuk membangun jaringan dan koneksi yang dapat membantu mereka dalam pengembangan karier dan proyek-proyek sosial.

5. Upaya untuk Meningkatkan Kebebasan Berekspresi

Untuk meningkatkan kebebasan berekspresi bagi anak muda di Indonesia, diperlukan upaya dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan. 

Menurut jurnal dari Universitas Pendidikan Indonesia, pemerintah perlu memastikan bahwa undang-undang dan kebijakan yang ada tidak digunakan untuk membatasi kebebasan berekspresi.

Selain itu, masyarakat dan lembaga pendidikan perlu menciptakan lingkungan yang mendukung dan menghargai kebebasan berekspresi.

Kesimpulan

Kebebasan berekspresi adalah hak fundamental yang sangat penting bagi anak muda di Indonesia.

Dengan kebebasan berekspresi, anak muda dapat berperan sebagai agen perubahan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Meskipun masih ada tantangan dalam implementasinya, upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan dapat membantu meningkatkan kebebasan berekspresi bagi anak muda di Indonesia.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk terus memperjuangkan dan melindungi hak ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.