Saat Ini Banyak Orang Tua Tak Mau Terlalu Otoriter pada Anak

AKURAT.CO Banyak orang tua saat ini ingin lebih menghormati dan tidak terlalu reaktif bersikap pada anak dibandingkan orang tua mereka zaman dahulu yang otoriter.
"Itu memang memberi tekanan yang tidak semestinya pada orang tua untuk selalu melakukannya dengan benar dan itu tidak mungkin dilakukan," kata seorang kontributor di situs parenting What To Expect.
Baca Juga: Warning Alert! Pola Asuh Anak Yang Otoriter Sebabkan Gangguan Mental Di Usia 9 Tahun
Gaya pengasuhan modern ini, Anda bisa menyebutnya pengasuhan yang lembut, pengasuhan yang positif, atau pengasuhan yang penuh hormat (gentle parenting), berpusat pada pengakuan perasaan anak.
Reaksi orang tua terhadap anak yang mengamuk/tantrum cenderung berbeda-beda di setiap generasinya. Misalnya, pada tahun 1950-an dan 60-an, orang tua mungkin akan memukul mereka. Pada tahun 80-an dan 90-an, orang tua mungkin lebih cenderung menghukum mereka atau memberi mereka waktu jeda.
Saat ini, Anda mungkin akan menemukan orang tua yang berjongkok di lantai berbicara di samping anak mereka, memberi tahu anak mereka bahwa mereka mengerti rasa frustrasi anak karena anak tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, orang tua mengakui bahwa perasaan anak valid, namun tetapi tidak diperbolehkan berteriak di toko.
Di sisi lain, sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE menemukan bahwa sepertiga dari orang tua yang mereka survei yang diidentifikasi menggunakan teknik pengasuhan gentle parenting melaporkan perasaan kelelahan dan ketidakpastian sebagai orang tua.
Baca Juga: 6 Tips Menerapkan Gentle Parenting Dan Manfaatnya Untuk Tumbuh Kembang Anak
Analisis kualitatif tidak membandingkan perasaan-perasaan khusus tersebut dengan orang tua yang tidak menggunakan teknik gentle parenting, tetapi penulis mencatat bahwa orang tua yang memakai teknik tersebut cenderung akan lebih banyak memberikan kritik diri terkait kesempurnaan cara mereka mengasuh anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







