Warning Alert! Pola Asuh Anak Yang Otoriter Sebabkan Gangguan Mental Di Usia 9 Tahun

AKURAT.CO, Memahami berbagai gaya pengasuhan anak dapat membantu Anda memilih metode pola asuh yang tepat saat menghadapi tantangan membesarkan anak.
“Pola asuh otoriter ditandai dengan struktur dan ekspektasi tingkat tinggi, tetapi sangat sedikit rasa empati dan curahan kasih sayang ,” kata Jeff Jack, seorang konselor di Westside Behavioral Health di Ohio, kepada HealthDay.
“Ketidakseimbangan sifat-sifat ini biasanya membuat orang tua lebih memaksakan harapan mereka dan kurang terbuka untuk bernegosiasi dengan anak mereka.”
Michigan State University mencatat bahwa orang tua otoriter menyisakan sedikit ruang bagi anak-anak mereka untuk mendiskusikan sudut pandang seorang anak. Lebih berpusat untuk memastikan kepatuhan anak, dibanding memberikan pengasuhan dan dukungan.
Seperti apa pola asuh otoriter itu?
Menurut StatPearls, praktik pengasuhan otoriter meliputi:
- Terlibat dalam percakapan satu arah.
- Menegakkan aturan yang ketat.
- Menetapkan ekspektasi tegas yang tidak memungkinkan terjadinya kesalahan.
- Menolak masukan dari anak tentang keinginan, kebutuhan dan keinginannya.
"'Apa yang saya katakan, tidak ada pengecualian' contoh kata kata tersebut dapat dianggap sebagai ungkapan tidak resmi dari bentuk gaya pengasuhan ini," kata Jack.
Klinik Cleveland mengatakan bahwa bersikap tegas dan hanya peduli untuk menghentikan mereka adalah kunci untuk menjaga mereka tetap aman dalam situasi ini. Bukan waktunya untuk memerhatikan perasaan anak atau membiarkan mereka mengungkapkan pendapatnya sendiri.
Masalah kesehatan mental juga dapat menjadi masalah ketika disiplin pengasuhan yang keras diterapkan, menurut sebuah penelitian terhadap lebih dari 7.500 anak Irlandia yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal Epidemiology and Psychiatric Sciences.
Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang diasuh dengan disiplin keras satu setengah kali lebih mungkin mengalami gejala kesehatan mental pada usia 9 tahun daripada anak-anak yang tidak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat



