Akurat

Dari Semua Langkah dalam Alur Percakapan Coaching TIRTA, Langkah Manakah yang Menurut Anda Paling Menantang? Mengapa?

Sultan Tanjung | 22 September 2024, 15:20 WIB
Dari Semua Langkah dalam Alur Percakapan Coaching TIRTA, Langkah Manakah yang Menurut Anda Paling Menantang? Mengapa?

AKURAT.CO Coaching adalah proses yang bertujuan untuk membantu individu mencapai tujuan pribadi atau profesional mereka melalui percakapan yang terstruktur.

Salah satu metode yang sering digunakan dalam coaching adalah alur percakapan TIRTA, yang terdiri dari Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi, dan Tanggung Jawab. Setiap langkah dalam alur ini memiliki tantangan tersendiri.

Artikel ini akan membahas langkah yang paling menantang dalam alur percakapan coaching TIRTA dan alasan di balik tantangan tersebut, berdasarkan penjelasan dari berbagai jurnal ilmiah.

Baca Juga: Berikut adalah Model Percakapan Coaching yang Dapat Dilakukan Supervisor

  1. Tujuan (T) 

    Langkah pertama dalam alur TIRTA adalah menetapkan tujuan. 

    Menurut penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik adalah kunci keberhasilan dalam coaching.

    Namun, tantangan utama dalam langkah ini adalah memastikan bahwa tujuan yang ditetapkan realistis dan dapat dicapai.

    Coach harus mampu membantu coachee untuk menetapkan tujuan yang tidak terlalu ambisius tetapi tetap menantang.

  2. Identifikasi (I) 

    Langkah kedua adalah identifikasi, yang melibatkan penggalian informasi mendalam tentang situasi, permasalahan, kebutuhan, harapan, dan potensi coachee. 

    Menurut jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Gadjah Mada, langkah ini adalah yang paling menantang dalam alur TIRTA.

    Coach harus memiliki keterampilan mendengarkan yang baik dan kemampuan untuk mengajukan pertanyaan yang tepat agar dapat mengidentifikasi masalah dan potensi dengan akurat.

    Tantangan lainnya adalah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi coachee untuk berbagi informasi secara terbuka.

  3. Rencana Aksi  

    Setelah mengidentifikasi masalah dan potensi, langkah berikutnya adalah merancang rencana aksi. 

    Penelitian dari Universitas Airlangga menunjukkan bahwa tantangan utama dalam langkah ini adalah memastikan bahwa rencana aksi yang dibuat realistis dan dapat diimplementasikan.

    Coach harus mampu membantu coachee untuk merancang langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

  4. Tanggung Jawab (T) 

    Langkah terakhir dalam alur TIRTA adalah menetapkan tanggung jawab. 

    Menurut jurnal dari Universitas Padjadjaran, tantangan dalam langkah ini adalah memastikan bahwa coachee merasa bertanggung jawab atas rencana aksi yang telah dibuat.

    Coach harus mampu memotivasi coachee untuk mengambil tindakan dan bertanggung jawab atas hasilnya.

    Tantangan lainnya adalah memastikan bahwa coachee memiliki sumber daya dan dukungan yang diperlukan untuk melaksanakan rencana aksi.

Kesimpulan

Dari semua langkah dalam alur percakapan coaching TIRTA, langkah identifikasi adalah yang paling menantang.

Langkah ini menuntut coach untuk menggali informasi yang relevan dan mendalam dari coachee tentang situasi, permasalahan, kebutuhan, harapan, dan potensi yang mereka miliki.

Tantangan lainnya adalah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi coachee untuk berbagi informasi secara terbuka.

Dengan keterampilan mendengarkan yang baik dan kemampuan untuk mengajukan pertanyaan yang tepat, coach dapat membantu coachee untuk mengidentifikasi masalah dan potensi dengan akurat, yang merupakan langkah penting dalam mencapai tujuan coaching.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.