Berikut adalah Model Percakapan Coaching yang Dapat Dilakukan Supervisor

AKURAT.CO Percakapan coaching merupakan salah satu metode yang efektif dalam supervisi akademik.
Sebagai seorang supervisor, membangun hubungan yang berarti dengan guru melalui percakapan coaching dapat membantu guru merasakan kepemilikan akan proses supervisi yang memberdayakan dirinya dan berkelanjutan.
Berikut adalah beberapa model percakapan coaching yang dapat dilakukan oleh supervisor pada percakapan pasca-observasi dalam pelaksanaan supervisi akademik.
1. Percakapan Tujuan (T)
- Tujuan percakapan coaching adalah mengidentifikasi tujuan yang ingin dicapai oleh guru setelah observasi.
- Supervisor dan guru berdiskusi tentang apa yang ingin dicapai oleh guru dalam pengembangan profesionalnya.
2. Percakapan Identifikasi (I)
- Identifikasi hasil data observasi dilakukan bersama-sama.
- Supervisor dan guru menganalisis hasil observasi untuk mengidentifikasi kekuatan dan area pengembangan guru.
3. Percakapan Umpan Balik ®
- Supervisor memberikan umpan balik konstruktif berdasarkan hasil observasi.
- Guru diberikan informasi tentang apa yang telah dilakukan dengan baik dan area yang perlu diperbaiki.
4. Percakapan Perencanaan ®
- Bersama-sama, supervisor dan guru merencanakan area pengembangan yang akan dikerjakan oleh guru.
- Rencana aksi pengembangan diri disusun untuk memastikan perkembangan berkelanjutan.
5. Tanggung Jawab (TA)
- Guru bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana aksi pengembangan diri.
- Supervisor memberikan dukungan dan memantau perkembangan guru.
Kesimpulan
Percakapan coaching dalam supervisi akademik memungkinkan guru merasakan kepemilikan akan proses supervisi dan memperoleh manfaat yang berkelanjutan. Dengan memahami dan menerapkan model-model percakapan ini, supervisor dapat membantu guru mencapai perkembangan profesional yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







