Berikut adalah Model Percakapan Coaching yang Dapat Dilakukan Supervisor

AKURAT.CO Percakapan coaching merupakan salah satu metode yang efektif dalam supervisi akademik.
Sebagai seorang supervisor, membangun hubungan yang berarti dengan guru melalui percakapan coaching dapat membantu guru merasakan kepemilikan akan proses supervisi yang memberdayakan dirinya dan berkelanjutan.
Berikut adalah beberapa model percakapan coaching yang dapat dilakukan oleh supervisor pada percakapan pasca-observasi dalam pelaksanaan supervisi akademik.
1. Percakapan Tujuan (T)
- Tujuan percakapan coaching adalah mengidentifikasi tujuan yang ingin dicapai oleh guru setelah observasi.
- Supervisor dan guru berdiskusi tentang apa yang ingin dicapai oleh guru dalam pengembangan profesionalnya.
2. Percakapan Identifikasi (I)
- Identifikasi hasil data observasi dilakukan bersama-sama.
- Supervisor dan guru menganalisis hasil observasi untuk mengidentifikasi kekuatan dan area pengembangan guru.
3. Percakapan Umpan Balik ®
- Supervisor memberikan umpan balik konstruktif berdasarkan hasil observasi.
- Guru diberikan informasi tentang apa yang telah dilakukan dengan baik dan area yang perlu diperbaiki.
4. Percakapan Perencanaan ®
- Bersama-sama, supervisor dan guru merencanakan area pengembangan yang akan dikerjakan oleh guru.
- Rencana aksi pengembangan diri disusun untuk memastikan perkembangan berkelanjutan.
5. Tanggung Jawab (TA)
- Guru bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana aksi pengembangan diri.
- Supervisor memberikan dukungan dan memantau perkembangan guru.
Kesimpulan
Percakapan coaching dalam supervisi akademik memungkinkan guru merasakan kepemilikan akan proses supervisi dan memperoleh manfaat yang berkelanjutan. Dengan memahami dan menerapkan model-model percakapan ini, supervisor dapat membantu guru mencapai perkembangan profesional yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







