Akurat

Bagaimana Kamu Menghayati Pancasila sebagai Norma Dasar dalam Kehidupan Sehari-hari?

Sultan Tanjung | 10 September 2024, 11:45 WIB
Bagaimana Kamu Menghayati Pancasila sebagai Norma Dasar dalam Kehidupan Sehari-hari?

AKURAT.CO Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, tidak hanya berfungsi sebagai landasan hukum tetapi juga sebagai pedoman moral dan etika bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menghayati Pancasila berarti memahami dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila dalam kehidupan sehari-hari.

Artikel ini akan membahas bagaimana kita dapat menghayati Pancasila sebagai norma dasar dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan penjelasan dari jurnal ilmiah.

Baca Juga: Bagaimana Ibu Bapak Menuliskan Refleksi Berkaitan dengan Profesi Kita sebagai Guru PJOK Selama Ini?

  1. Mengamalkan Sila Pertama: Ketuhanan yang Maha Esa 

    Sila pertama Pancasila menekankan pentingnya kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

    Menurut penelitian dari Universitas Indonesia, menghayati sila ini dapat dilakukan dengan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing serta menghormati perbedaan agama.

    Sikap toleransi dan saling menghormati antarumat beragama adalah wujud nyata dari pengamalan sila pertama.

  2. Mengamalkan Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab 

    Sila kedua menekankan pentingnya sikap adil dan beradab dalam memperlakukan sesama manusia.

    Penelitian dari Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa menghayati sila ini dapat dilakukan dengan menghormati hak asasi manusia, membantu sesama yang membutuhkan, dan bersikap adil dalam setiap tindakan.

    Menghindari diskriminasi dan memperlakukan semua orang dengan hormat adalah bagian dari pengamalan sila kedua.

  3. Mengamalkan Sila Ketiga: Persatuan Indonesia 

    Sila ketiga menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.

    Menurut jurnal dari Universitas Airlangga, menghayati sila ini dapat dilakukan dengan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

    Menjaga kerukunan antarwarga, menghargai perbedaan suku, budaya, dan bahasa, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang mempererat persatuan adalah contoh pengamalan sila ketiga.

  4. Mengamalkan Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan 

    Sila keempat menekankan pentingnya demokrasi dan musyawarah dalam pengambilan keputusan.

    Penelitian dari Universitas Pendidikan Indonesia menunjukkan bahwa menghayati sila ini dapat dilakukan dengan berpartisipasi dalam pemilihan umum, menghargai keputusan yang diambil melalui musyawarah, dan mendengarkan serta menghargai pendapat orang lain.

    Sikap terbuka dan menghargai proses demokrasi adalah bagian dari pengamalan sila keempat.

  5. Mengamalkan Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia 

    Sila kelima menekankan pentingnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Menurut penelitian dari Universitas Diponegoro, menghayati sila ini dapat dilakukan dengan berusaha menciptakan kesejahteraan bagi semua orang, membantu mereka yang kurang beruntung, dan berperan aktif dalam kegiatan sosial.

    Bersikap adil dan tidak memihak serta berusaha mengurangi kesenjangan sosial adalah bagian dari pengamalan sila kelima.

Kesimpulan

Menghayati Pancasila sebagai norma dasar dalam kehidupan sehari-hari berarti memahami dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila.

Dengan mengamalkan sila pertama hingga kelima, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih toleran, adil, bersatu, demokratis, dan sejahtera.

Pancasila bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga pedoman hidup yang harus dihayati dan diamalkan oleh setiap warga negara Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.