Orang Tua yang Sering Tertawa Bisa Bangun Hubungan Positif dengan Anak

AKURAT.CO Ingin menjadi ibu atau ayah yang lebih baik dan lebih efektif? Cobalah berbagi tawa yang menyenangkan dengan anak Anda.
Penelitian baru di antara orang-orang berusia 18 hingga 45 tahun menemukan banyak orang yang menyebut humor sebagai salah satu alasan bisa terus memiliki hubungan yang positif dengan orang tua mereka.
"Harapan saya adalah orang-orang dapat belajar menggunakan humor sebagai alat pengasuhan yang efektif, tidak hanya untuk meredakan ketegangan tetapi juga mengembangkan ketahanan dan fleksibilitas kognitif dan emosional dalam diri mereka sendiri dan menjadi contoh bagi anak-anak mereka," kata penulis senior studi Benjamin Levi. Dia adalah seorang profesor pediatri dan humaniora di Penn State College of Medicine di University Park.
Baca Juga: Luncurkan Buku Humor, Abdul Mu'ti Ingin Tepis Orang Muhammadiyah Selalu Serius
Levi menjelaskan bahwa ada banyak penelitian tentang bagaimana humor membantu orang-orang di banyak bidang kehidupan.
"Humor dapat menghilangkan stres dan meningkatkan pemecahan masalah dan ketahanan yang kreatif," katanya dalam rilis berita Penn State.
Namun, belum banyak penelitian tentang peran tawa dalam pengasuhan.
"Ayah saya menggunakan humor dan itu sangat efektif," kata Levi. "Saya menggunakan humor dalam praktik klinis saya dan dengan anak-anak saya sendiri. Pertanyaannya adalah, bagaimana seseorang dapat menggunakan humor secara konstruktif?" Untuk mengetahuinya, dirinya dan rekan-rekannya melakukan survei studi percontohan terhadap 312 orang dewasa berusia 45 tahun ke bawah.
Baca Juga: Humor Gus Dur: Pelaku Bom Bunuh Diri Bakal Ketemu Bidadari, Tapi Kepalanya Ditahan Polisi
Lebih dari separuh responden merasa bahwa mereka dibesarkan oleh orang-orang yang menggunakan humor dalam kehidupan sehari-hari, dan hampir tiga perempat (sekitar 72%) menganggap humor dapat menjadi alat pengasuhan yang efektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









