Akurat

Level Taksonomi Marzano yang Tertinggi adalah Apa?

Sultan Tanjung | 1 Juli 2024, 15:00 WIB
Level Taksonomi Marzano yang Tertinggi adalah Apa?

AKURAT.CO Taksonomi Marzano adalah kerangka kerja yang digunakan dalam pendidikan untuk mengklasifikasikan dan mengorganisasikan proses pembelajaran ke dalam beberapa tingkatan yang berbeda.

Dikembangkan oleh Robert J. Marzano dan rekan-rekannya, taksonomi ini membagi proses pembelajaran menjadi enam tingkatan yang menggambarkan pemahaman dan penguasaan yang semakin kompleks dari materi pembelajaran.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi level taksonomi Marzano yang tertinggi dan mengapa level ini memiliki peran krusial dalam pembelajaran.

  1. Sistem Diri: Level Taksonomi Marzano yang Tertinggi

Level taksonomi Marzano yang tertinggi adalah sistem diri. Pada level ini, fokus pembelajaran adalah pada sikap, keyakinan, dan perilaku yang mengendalikan motivasi belajar setiap individu peserta didik.

Sistem diri mencakup aspek-aspek yang paling kompleks dalam pembelajaran. Ini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif dan afektif, tetapi juga pada aspek metakognitif. 

Aspek metakognitif adalah kemampuan siswa untuk berpikir tentang cara mereka berpikir, mengatur diri, dan mengendalikan proses belajar mereka.

  1. Pentingnya Sistem Diri dalam Pembelajaran
  • Motivasi: Sistem diri memengaruhi motivasi belajar siswa. Ketika siswa memiliki sistem diri yang kuat, mereka cenderung lebih termotivasi untuk belajar.
  • Kemandirian: Sistem diri melibatkan kemampuan siswa untuk mengatur diri, mengendalikan emosi, dan mengambil tanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri.
  • Refleksi: Siswa yang memiliki sistem diri yang baik dapat merenung dan memperbaiki diri secara terus-menerus.

Kesimpulan

Sistem diri adalah level taksonomi Marzano yang tertinggi karena mencakup aspek-aspek yang paling kompleks dalam pembelajaran.

Dengan memahami dan mengembangkan sistem diri yang baik, siswa dapat mencapai potensi terbaik mereka dan menjadi pembelajar yang mandiri dan berkomitmen.

Semoga pendekatan ini terus diperkuat dalam praktik pendidikan kita untuk menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.