Contoh Penerapan Asesmen dalam Kurikulum Merdeka yang Tepat adalah….

AKURAT.CO Dalam kerangka Kurikulum Merdeka, asesmen atau penilaian pendidikan memegang peranan penting dalam mengukur dan memahami kemajuan belajar siswa.
Asesmen yang tepat tidak hanya mengevaluasi pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang dikembangkan siswa selama proses pembelajaran.
Hal ini sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka yang mengutamakan pengembangan kompetensi siswa secara holistik.
Asesmen dalam Kurikulum Merdeka dirancang untuk lebih fleksibel dan beragam, memungkinkan guru untuk menggunakan berbagai metode penilaian yang sesuai dengan konteks pembelajaran.
Ini merupakan pergeseran dari pendekatan penilaian tradisional yang sering kali terbatas pada tes tertulis dan ujian akhir.
Penerapan asesmen yang tepat dalam Kurikulum Merdeka harus mampu mencerminkan proses belajar siswa secara menyeluruh, termasuk kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan kreativitas.
Ini menuntut guru untuk menjadi lebih inovatif dan reflektif dalam mendesain dan melaksanakan asesmen.
Contoh penerapan asesmen dalam Kurikulum Merdeka yang tepat antara lain:
- Portofolio: Mengumpulkan berbagai bukti pembelajaran siswa seperti proyek, tugas, dan refleksi pribadi.
- Penilaian Sejawat: Membiarkan siswa menilai pekerjaan satu sama lain untuk mengembangkan pemahaman kritis dan empati.
- Self-Assessment: Mendorong siswa untuk mengevaluasi kinerja mereka sendiri, membantu mereka menjadi pembelajar yang mandiri.
- Rubrik: Menggunakan rubrik yang jelas untuk menilai tugas berbasis proyek, memastikan penilaian yang objektif dan transparan.
- Observasi: Mengamati siswa selama proses pembelajaran untuk menilai kemajuan dan keterampilan non-akademik.
Kesimpulan:
Asesmen dalam Kurikulum Merdeka harus dilakukan dengan cara yang mendukung pembelajaran siswa dan menghargai proses belajar mereka.
Penerapan asesmen yang tepat akan membantu guru dalam mengidentifikasi kekuatan dan area perkembangan siswa, serta memberikan umpan balik yang konstruktif untuk pertumbuhan mereka.
Dengan demikian, asesmen menjadi alat penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas di bawah Kurikulum Merdeka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








