Masing-masing Murid Memiliki Latar Belakang yang Berbeda-beda. Oleh Sebab Itu agar Bisa Menjalankan Segitiga Restitusi dengan Lebih Efektif Idealnya..

AKURAT.CO Dalam dunia pendidikan, setiap murid memiliki latar belakang yang berbeda-beda.
Agar dapat menjalankan pendekatan segitiga restitusi dengan lebih efektif, diperlukan kondisi dan faktor-faktor tertentu di dalam kelas.
Pertanyaan:
Masing-Masing Murid Memiliki Latar Belakang Yang Berbeda-Beda. Oleh Sebab Itu Agar Bisa Menjalankan Segitiga Restitusi Dengan Lebih Efektif Idealnya Di Kelas Memiliki Apa?
Artikel ini akan membahas apa yang idealnya harus ada di kelas agar segitiga restitusi dapat berjalan dengan baik.
1. Kondisi yang Mendukung Segitiga Restitusi
- Berikut adalah beberapa faktor yang idealnya ada di kelas untuk mendukung penerapan segitiga restitusi:
- Keamanan dan Keterbukaan:
- Murid harus merasa aman dan nyaman untuk berbicara tentang kesalahan dan perasaan mereka.
- Guru perlu menciptakan lingkungan yang terbuka dan bebas dari hukuman atau penilaian negatif.
- Komunikasi yang Aktif:
- Interaksi antara guru dan murid harus berlangsung secara aktif.
- Guru perlu mendengarkan dengan empati dan memberikan kesempatan bagi murid untuk berbicara.
- Kesadaran akan Kebutuhan Dasar:
- Guru harus memahami kebutuhan dasar yang mendasari tindakan murid.
- Dengan memahami kebutuhan tersebut, guru dapat membantu murid menemukan cara untuk memperbaiki diri.
- Kesediaan untuk Menerima dan Belajar dari Kesalahan:
- Murid perlu merasa bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar.
- Guru harus mengajarkan bahwa kesalahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kesempatan untuk tumbuh dan memperbaiki diri.
- Keamanan dan Keterbukaan:
2. Langkah-langkah Segitiga Restitusi
- Segitiga restitusi terdiri dari tiga tahap:
- Menstabilkan Identitas:
- Guru membantu murid mengubah pandangan tentang diri mereka dari yang sering salah menjadi yang lebih kuat.
- Murid perlu merasa diterima dan memiliki nilai sebagai individu.
- Validasi Tindakan yang Salah:
- Guru mencoba memahami niat di balik tindakan buruk murid.
- Validasi ini membantu murid merasa didengar dan dipahami.
- Menanyakan Keyakinan:
- Guru mengajak murid untuk melihat ke dalam diri dan mencari keyakinan yang mendasari tindakan mereka.
- Fokus pada karakter dan nilai, bukan hanya tindakan.
- Menstabilkan Identitas:
Kesimpulan
Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung, komunikatif, dan penuh empati, segitiga restitusi dapat berfungsi secara efektif di dalam kelas. Guru memiliki peran penting dalam membimbing murid untuk memperbaiki diri dan menghargai proses belajar dari kesalahan. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang positif dan memperkuat karakter peserta didik!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








