Langkah-langkah Penerapan Segitiga Restitusi

AKURAT.CO Segitiga restitusi adalah pendekatan yang revolusioner dalam dunia pendidikan, bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif, mendidik, dan berorientasi pada pemulihan ketimbang hukuman.
Pendekatan ini membantu sekolah mengatasi konflik, pelanggaran, dan masalah perilaku siswa dengan cara yang positif dan membangun.
Berikut adalah langkah-langkah penerapan segitiga restitusi:
-
Menstabilkan Identitas (Stabilize the Identity):
- Langkah pertama adalah memahami bahwa ketika anak berbuat salah, ada kebutuhan dasar mereka yang tidak terpenuhi.
- Bagian dasar segitiga restitusi bertujuan untuk merubah orang yang gagal karena telah berbuat kesalahan menjadi orang yang sukses.
-
Validasi Tindakan yang Salah (Validate the Misbehavior):
- Validasi tindakan yang salah adalah mengakui bahwa kesalahan telah terjadi.
- Ini membantu murid merasa didengar dan dihargai.
-
Menanyakan Keyakinan (Seek the Belief):
- Guru atau orangtua bertanya kepada murid tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk memperbaiki kesalahan mereka.
- Ini mengajak murid berefleksi dan memahami bagaimana mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
Mengkomunikasikan Segitiga Restitusi kepada Murid dan Orangtua
Segitiga restitusi adalah pendekatan yang berfokus pada pemulihan dan perbaikan perilaku, bukan hukuman.
Berikut adalah cara mengkomunikasikan segitiga restitusi kepada para murid dan orangtua:
-
Sosialisasikan Konsep Segitiga Restitusi:
- Ajarkan murid dan orangtua tentang konsep segitiga restitusi.
- Jelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk memperbaiki kesalahan dan membangun hubungan yang positif.
-
Transparansi dan Keterbukaan:
- Berbicaralah dengan transparan dan keterbukaan.
- Jelaskan bahwa ketika murid melakukan kesalahan, kita akan fokus pada pemulihan dan pembelajaran daripada hukuman.
-
Libatkan Orangtua dalam Proses:
- Undang orangtua untuk berpartisipasi dalam proses segitiga restitusi.
- Berikan informasi tentang bagaimana mereka dapat mendukung anak mereka dalam memperbaiki perilaku.
-
Berikan Contoh Kasus:
- Ceritakan contoh kasus di mana segitiga restitusi berhasil diterapkan.
- Ini membantu murid dan orangtua memahami bagaimana pendekatan ini bekerja.
-
Dorong Refleksi dan Kolaborasi:
- Ajak murid dan orangtua untuk merenung dan berkolaborasi dalam memperbaiki kesalahan.
- Dorong mereka untuk mencari solusi bersama.
Mengkomunikasikan segitiga restitusi kepada orangtua dapat menghadapi beberapa tantangan.
Berikut adalah beberapa di antaranya:
-
Pemahaman Orangtua:
- Tidak semua orangtua memahami konsep segitiga restitusi.
- Menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami dan memberikan contoh konkret dapat membantu mengatasi tantangan ini.
-
Persepsi tentang Hukuman:
- Beberapa orangtua mungkin lebih terbiasa dengan pendekatan hukuman daripada pemulihan.
- Mengkomunikasikan bahwa segitiga restitusi bertujuan memperbaiki perilaku dan membangun karakter dapat membantu mengatasi persepsi ini.
-
Ketidaksetujuan atau Ketidakpercayaan:
- Beberapa orangtua mungkin tidak setuju dengan pendekatan ini atau meragukan efektivitasnya.
- Membuka dialog, mendengarkan kekhawatiran mereka, dan berbicara tentang manfaat segitiga restitusi dapat membantu mengatasi ketidakpercayaan.
-
Kesibukan Orangtua:
- Orangtua sering sibuk dengan pekerjaan dan tanggung jawab lainnya.
- Mengatur waktu yang tepat untuk berbicara dengan orangtua dan memastikan mereka benar-benar memahami pendekatan ini dapat menjadi tantangan.
Dengan komunikasi yang terbuka, empati, dan kesabaran, kita dapat mengatasi tantangan ini dan membangun pemahaman yang lebih baik tentang segitiga restitusi di antara orangtua.
Mengajak orangtua berkolaborasi dalam penerapan segitiga restitusi memiliki beberapa manfaat yang signifikan:
-
Pemahaman Bersama:
- Orangtua dapat memahami pendekatan segitiga restitusi yang diterapkan di sekolah.
- Mereka akan tahu bagaimana proses pemulihan dan perbaikan perilaku dilakukan.
-
Konsistensi dalam Pendekatan:
- Dengan melibatkan orangtua, pendekatan segitiga restitusi dapat diterapkan secara konsisten di sekolah dan di rumah.
- Konsistensi ini membantu murid memahami bahwa aturan dan konsekuensi berlaku di semua lingkungan.
-
Dukungan dan Kolaborasi:
- Orangtua dapat memberikan dukungan dan bantuan dalam mengajarkan anak tentang tanggung jawab dan konsekuensi atas tindakan mereka.
- Kolaborasi antara guru dan orangtua memperkuat pendekatan pemulihan.
-
Penguatan Hubungan:
- Melibatkan orangtua dalam proses pemulihan memperkuat hubungan antara sekolah dan keluarga.
- Ini menciptakan lingkungan yang saling mendukung dan memperkuat pertumbuhan anak.
Dengan kolaborasi yang baik antara sekolah dan orangtua, segitiga restitusi dapat lebih efektif dalam membentuk perilaku positif dan membangun karakter murid.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








