Sekolah Cenderung Fokus pada Nilai Ujian Bukan Keterampilan Hidup

AKURAT.CO Penulis studi Angus Fletcher, seorang profesor di Ohio State University mencatat bahwa sekolah biasanya fokus pada nilai ujian dibandingkan keterampilan hidup.
“Anak-anak mempunyai tantangan sehari-hari yang sama seperti orang dewasa,” kata Fletcher. “Masalah terbesar mereka bukan pada matematika, melainkan pada interaksi dengan anak-anak lain.”
Baca Juga: Mengapa Bahasa Indonesia Memiliki Peranan Penting dalam Pembelajaran di Sekolah?
Ketika anak-anak dapat berpikir fleksibel, mereka cenderung tidak “panik” dalam menghadapi tantangan, kata penulis studi Angus Fletcher.
Daripada menyerah begitu saja, katanya, mereka lebih cenderung mencari solusi alternatif, sebuah kapasitas yang disebut ketahanan.
Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga menghadapi stres setiap harinya.
Untungnya, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa mengajari mereka berpikir kreatif dapat membantu mereka mengelola semuanya.
Setelah mengikuti kamp kreativitas selama seminggu, atau bahkan hanya satu pelajaran, anak-anak menunjukkan kepercayaan diri yang kuat pada kemampuan mereka menghadapi masalah hidup sehari-hari dan dapat membuat "rencana B" bila diperlukan.
Penelitian ini berskala kecil, berdasarkan pada 60 anak. Namun para ahli mengatakan temuan ini masuk akal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









