Akurat

Ciri Anak Mulai Merokok dan Cara Efektif untuk Mencegahnya

Wahyu SK | 2 Desember 2025, 23:14 WIB
Ciri Anak Mulai Merokok dan Cara Efektif untuk Mencegahnya

AKURAT.CO Saat melihat anak remaja mengalami perubahan perilaku, seringkali sebagai orang tua merasa bingung "apakah sekadar fase tumbuh kembang atau tanda bahaya seperti anak remaja yang mulai merokok."

Padahal, konsumsi rokok atau produk nikotin di usia muda tidak hanya tentang kebiasaan buruk tetapi akan menjadi sebuah kecanduan, gangguan kesehatan dan perkembangan otak.

Alasan Anak atau Remaja Mulai Merokok

1. Produk tembakau dan rokok mudah diakses dan sering terlihat normal oleh remaja. Di Indonesia, remaja usia 13-15 tahun telah mencapai prevalensi merokok sekitar 20,3 persen.

2. Faktor lingkungan seperti teman sebaya merokok, orang tua atau saudara yang merokok, hingga iklan rokok yang banyak ditemukan.

3. Rasa ingin tahu, tekanan sosial atau keinginan untuk "terlihat dewasa."

4. Kecanduan nikotin bisa terjadi sangat cepat karena otak remaja masih berkembang.

Tanda Anak atau Remaja Sedang Merokok

1. Bau rokok yang khas pada pakaian, rambut, ruangan pribadi atau tas anak.

2. Perubahan perilaku seperti sering pergi sendiri, sering ke luar rumah tanpa diinformasikan atau menghindar ketika orang tua dekat.

3. Terdapat kotak rokok, puntung rokok, korek api atau alat penghisap nikotin di area kamar atau tas anak.

4. Kesehatan fisik berubah seperti batuk ringan yang tidak biasa, sesak napas, suara serak atau napas yang tak segar.

5. Penurunan prestasi sekolah atau aktivitas fisik yang tadinya aktif menjadi lesu.

6. Emosi yang mudah berubah karena efek nikotin terhadap sistem saraf remaja.

7. Pengeluaran atau meminta uang lebih sering yang kemungkinan untuk membeli rokok atau produk sejenis.

Bahaya Merokok pada Usia Muda

1. Nikotin memengaruhi perkembangan otak remaja.
2. Risiko kecanduan lebih tinggi.
3. Dampak kesehatan seperti pertumbuhan paru-paru terhambat, risiko penyakit jantung, paru serta prestasi belajar yang menurun.
4. Efek sosial seperti stigma, masalah ekonomi, serta penurunan kualitas hidup ke depan.

Cara Efektif Mencegah Anak atau Remaja Merokok

1. Orang tua dan pengasuh harus melakukan komunikasi terbuka dengan anak tentang bahaya rokok, nikotin serta alasan anak harus menjauhinya.

2. Orang tua yang berhenti merokok atau tidak merokok memiliki pengaruh kuat pada anak agar tidak terpengaruh.

3. Pastikan rumah bebas asap rokok, hindari memberi contoh negatif dan pantau pergaulan anak.

4. Sekolah, keluarga, komunitas harus memberi pemahaman bahwa merokok bukan "tanda dewasa" tapi risiko besar.

5. Rokok dan produk nikotin lainnya harus sulit diakses oleh anak remaja.

6. Dorong anak untuk mengikuti kegiatan positif seperti olahraga, seni, klub, yang mengurangi kesempatan dan keinginan untuk merokok.

7. Jika anak sudah menunjukkan tanda kecanduan nikotin, segera konsultasi ke profesional atau program intervensi.

Merokok pada anak remaja tidak hanya sebatas "coba-coba" melainkan menjadi pintu masuk kecanduan nikotin dan dampak besar terhadap kesehatan, perkembangan dan masa depan mereka.

Orang tua, pengasuh dan masyarakat berperan penting dalam mengenali gejala, mencegah dan mendukung anak agar memilih hidup sehat tanpa rokok.

Dengan tindakan yang tepat, kita dapat membantu generasi muda tumbuh lebih kuat, sehat dan bebas dari kecanduan.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK