Semarak Lokakarya 7 Calon Guru Penggerak Angkatan 9 Jakarta Barat Bertajuk 'Panen Hasil Belajar' Bercorak Nusantara

AKURAT.CO Kerlap-kerlip lampu hias menghiasi stand pameran yang mewakili masing-masing provinsi di Indonesia dari Sabang hingga Merauke dalam Lokakarya 7 Calon Guru Penggerak Angkatan 9 Jakarta Barat yang bertajuk "Panen Hasil Belajar" di aula Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Jakarta pada Sabtu, 27 April 2024.
Acara tersebut diikuti ratusan guru mulai dari tingkat SD hingga SMA di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang mengikuti Program Guru Penggerak yang dihelat oleh Balai Besar Guru Penggerak D.I Yogyakarta atau BBGP DIY.
Pada momen tersebut guru-guru juga memeriahkan acara ini dengan menggunakan pakaian adat masing-masing provinsi di Indonesia dan memamerkan hasil inovasi mereka yaitu berbagi praktik baik yang merupakan hasil aksi nyatanya selama mengikuti program PGP yang sudah berjalan 6 bulan usai 6 bulan mengikuti Program Guru Penggerak seperti aplikasi pembelajaran atau alat-alat yang menunjang pembelajaran.
Dalam keterangan resmi BBGP DIY mengungkapkan harapannya yaitu akan terlihat dampak dan perubahan positif apa yang sudah terjadi baik secara individu CGP maupun kelas bahkan sekolah tempat CGP bertugas.
Dalam Lokakarya 7 ini semua pemangku kepentingan yang terkait hadir, yaitu Kepala Dinas Pendidikan, Perwakilan Dinas, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan Guru lain yang belum terlibat PGP serta Komunitas Praktisi yang ada di wilayah Kota Jakarta Barat.
Diantara yang hadir tersebut antara lain; Kasudin Pendidikan JB 1, Diding Wahyudin dan Perwakilan BBGP DIY yaitu Yuliawanto sebagai Ketua Tim Kerja Transformasi Kepemimpinan Sekolah.
Dalam kesempatan tersebut Diding mengungkapkan apresiasinya ketika meninjau hasil panen karya guru tersebut.
"Luar biasa dan ini menjadi contoh inspirasi bagi guru lain di Jakarta Barat, jadi Alhamdulillah dengan 'Panen Hasil Belajar' ini akan menjadikan motivasi bagi warga Jakarta Barat khususnya di bidang pendidikan" ujarnya kepada AkuratCo pada waktu yang sama.
Diding juga berharap agar Panen Hasil Belajar ini terus dikembangkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
"Harapannya kedepan tidak hanya berhenti disini tapi terus dilkembangkan karya-karya nyata yang mendukung terhadap perkembangan pendidikan terutama menyongsong dunia global dan Indonesia emas," imbuhnya.
Sebagai Kasudin Pendidikan JB 1, Diding merasakan banyak perubahan positif dengan adanya Program Guru Penggerak ini.
"Dengan adanya guru penggerak ini, otomatis hasil pembelajaran anak-anak akan lebih meningkat, mutu pendidikan akan terus meningkat, dan hasilnya kita akan merasakan dan ini yang sudah kita rasakan," pungkasnya.
Guru Penggerak Sebagai Panggilan Jiwa
Sementara itu Yuliawanto sebagai Penjab PGP BBGP DIY yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan hal yang senada dengan Kasudin Pendidikan JB 1.
"Kami menangani dua yaitu DKI dan DIY, keduanya memiliki kekhususan dengan karakter masing-masing dan yang kami jumpai guru yang luar biasa hebat kalau seperti ini masa depan pendidikan Indonesia akan bagus," tuturnya.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab melatih guru-guru penggerak di dua provinsi yang berbeda, Yuliawanto juga mengutarakan perbedaan selama menangani hal ini.
"DKI karena sudah lama menjadi ibukota dan banyak suku bangsa karakternya menonjol sementara DIY dengan karakter Jawa dengan simbol blangkon itu lebih terpendam namun keduanya menjadi luar biasa setelah potensinya tergali," imbuhnya.
Yuliawanto juga melihat Program Guru Penggerak kini semakin diminati guru-guru, namun ia berharap semata-mata karena panggilan jiwa bukan karena iming-iming menjadi Kepala Sekolah.
"Semakin lama semakin bagus seperti menggelindingnya bola salju, yang awalnya tidak terdengar, yang awalnya kurang diminati semakin lama semakin besar dan semoga bukan karena iming-iming jadi Kepala Sekolah tapi memang panggilan jiwa ingin mengabdikan sebagai seorang guru yang ingin memfasilitasi murid dengan luar biasa," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








