Apa Pemahaman Baru Yang Anda Dapatkan Mengenai Alur Tujuan Pembelajaran?

AKURAT.CO Dalam dunia pendidikan, tujuan pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam merancang dan mengarahkan proses belajar-mengajar.
Tujuan pembelajaran bertujuan untuk memberikan arah dan fokus kepada siswa, sehingga mereka dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diharapkan.
Namun, dalam perkembangan pendidikan modern, pemahaman baru mengenai alur tujuan pembelajaran telah muncul, menawarkan pandangan yang lebih holistik dan menarik.
Artikel ini akan membahas tentang pemahaman baru tersebut, serta bagaimana pemahaman ini dapat membantu menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna.
-
Alur Tujuan Pembelajaran: Membangun Jembatan Menuju Kesuksesan Belajar
- Sebelumnya, tujuan pembelajaran cenderung bersifat linier, di mana siswa diberikan tujuan yang spesifik dan terukur dalam setiap pelajaran atau aktivitas.
- Namun, pemahaman baru ini melihat tujuan pembelajaran sebagai sebuah alur yang terhubung, di mana tujuan jangka pendek dan jangka panjang saling melengkapi dan membantu siswa mencapai kesuksesan belajar secara menyeluruh.
- Dalam alur tujuan pembelajaran, tujuan jangka pendek berfungsi sebagai langkah-langkah kecil yang membantu siswa mencapai tujuan jangka panjang. Misalnya, jika tujuan jangka panjangnya adalah menguasai bahasa Inggris secara fasih, tujuan jangka pendeknya mungkin termasuk mempelajari kosakata baru setiap hari, meningkatkan kemampuan berbicara melalui berbagai aktivitas, dan memahami tata bahasa yang lebih kompleks.
- Dengan memecah tujuan jangka panjang menjadi tujuan-tujuan jangka pendek yang terukur, siswa akan merasa lebih termotivasi dan mampu mengukur kemajuannya secara bertahap.
-
Relevansi dengan Kehidupan Nyata:
- Pemahaman baru mengenai alur tujuan pembelajaran juga menekankan pada pentingnya menghubungkan tujuan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata.
- Dalam proses belajar-mengajar yang konvensional, seringkali siswa kesulitan untuk melihat relevansi dan manfaat dari apa yang mereka pelajari di sekolah dengan kehidupan sehari-hari.
- Namun, dengan membangun jembatan antara tujuan pembelajaran dan konteks kehidupan nyata, siswa akan lebih mudah memahami dan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh.
- Sebagai contoh, jika tujuan pembelajaran dalam pelajaran matematika adalah untuk menguasai konsep geometri, maka guru dapat menghubungkan konsep tersebut dengan kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan geometri dalam arsitektur, desain grafis, atau bahkan dalam perencanaan perjalanan.
Dengan cara ini, siswa akan melihat bahwa apa yang mereka pelajari memiliki relevansi dan manfaat yang nyata dalam kehidupan mereka, sehingga mereka akan lebih termotivasi untuk belajar dan berusaha mencapai tujuan pembelajaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








