Akurat

Gangguan Kesehatan Mental Kuras Setengah dari Seluruh Total Biaya Medis Anak

Annisa Fadhilah | 14 Maret 2024, 13:59 WIB
Gangguan Kesehatan Mental Kuras Setengah dari Seluruh Total Biaya Medis Anak

AKURAT.CO Secara keseluruhan, keluarga Amerika menghabiskan sekitar $31 miliar pada tahun 2021 untuk layanan kesehatan mental anak, yang kini mencakup hampir setengah (sekitar 47%) dari seluruh pengeluaran medis anak, demikian temuan laporan tersebut.

Temuan ini “menggarisbawahi besarnya beban keuangan yang terkait dengan kondisi kesehatan mental anak pada sistem layanan kesehatan AS,” kata sebuah tim yang dipimpin oleh Theoren Loo. Dia bekerja untuk Brightline, sebuah perusahaan California yang berfokus pada perawatan kesehatan mental virtual untuk anak-anak.

Baca Juga: Banyak Siswa Bunuh Diri, Sekolah di Taiwan Tawarkan Cuti Kesehatan Mental Mulai Bulan Ini

Temuan ini dipublikasikan pada 11 Maret di jurnal peer-review JAMA Network Open.

Sebagaimana dicatat oleh penulis penelitian, “prevalensi kondisi kesehatan mental anak-anak dan permintaan akan layanan kesehatan perilaku meningkat di AS.”

 

Pada tahun 2021, Ahli Bedah Umum AS Dr. Vivek Murthy mengeluarkan laporan yang menguraikan “peningkatan yang mengkhawatirkan dalam prevalensi tantangan kesehatan mental tertentu” di kalangan anak-anak.

Dalam studi tersebut, kelompok Loo melacak data federal tahun 2017-2021 mengenai pengeluaran medis dari sampel perwakilan rumah tangga Amerika.

Mereka menemukan bahwa diagnosis kondisi kesehatan mental pada anak-anak usia 5 hingga 17 tahun meningkat hampir 22% selama lima tahun tersebut.

Baca Juga: Korea Selatan dan Amerika Serikat Akan Menggelar Latihan Tahunan Militer, Berfokus pada Ancaman Nuklir Kim Jong Un

Menurut perkiraan para peneliti, pada tahun 2021, sekitar satu dari setiap empat (25,9%) anak-anak Amerika, didiagnosis menderita masalah kesehatan mental, totalnya lebih dari 9 juta anak.

Kelompok Loo melaporkan, pengeluaran rumah tangga untuk layanan kesehatan mental anak juga meningkat sekitar 31%, menjadi rata-rata $4,361 atau setara dengan Rp67.981.448 per tahun.

Namun, dalam banyak kasus, anak-anak tidak dirawat sampai mereka menerima perawatan mahal di unit gawat darurat rumah sakit. Hal ini menunjukkan “perlunya peningkatan pelayanan” bagi anak-anak sebelum krisis terjadi, kata tim Loo.

 

 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.