Akurat

Menurut Ibu dan Bapak Guru, Pembelajaran yang Membosankan Itu yang Seperti Apa? Simak 7 Hal Penting Ini!

Sultan Tanjung | 31 Januari 2024, 08:00 WIB
Menurut Ibu dan Bapak Guru, Pembelajaran yang Membosankan Itu yang Seperti Apa? Simak 7 Hal Penting Ini!

AKURAT.CO Pembelajaran yang dianggap membosankan dapat menjadi hambatan serius bagi proses pendidikan.

Ibu dan Bapak guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang memotivasi dan menarik bagi siswa.

Mari kita menjelajahi beberapa aspek yang dapat menjadikan pembelajaran membosankan dan bagaimana kita dapat menghadapinya.

1. Ketidakberagaman Metode Pembelajaran

Pembelajaran yang monoton dengan penggunaan metode yang terbatas dapat membuat siswa kehilangan minat.

Guru perlu berinovasi dengan mencoba berbagai metode pembelajaran, seperti diskusi kelompok, proyek kolaboratif, atau penggunaan teknologi dalam pengajaran.

2. Kurangnya Keterlibatan Siswa

Ketidakaktifan siswa dalam kelas dapat menjadi indikasi pembelajaran yang membosankan.

Guru perlu membangun suasana di mana setiap siswa merasa dihargai dan memiliki kontribusi dalam proses pembelajaran.

Pertanyaan terbuka, diskusi, dan kegiatan partisipatif dapat meningkatkan keterlibatan siswa.

3. Kurangnya Relevansi Materi

Siswa cenderung kehilangan minat jika mereka tidak melihat relevansi antara materi yang diajarkan dan kehidupan sehari-hari mereka.

Guru perlu menjelaskan kaitan antara materi pelajaran dengan kehidupan nyata serta potensi karir di masa depan.

Baca Juga: Sebelum Memerdekakan Murid dalam Belajarnya, Berikut yang Dapat Dilakukan Guru? Simak Ulasan Berikut!

4. Keterbatasan Sumber Daya

Kurangnya sumber daya dan materi ajar yang menarik juga dapat berkontribusi pada pembelajaran yang membosankan.

Guru bisa mencari solusi kreatif, seperti menggandakan sumber daya yang ada, memanfaatkan teknologi, atau mengajak siswa untuk berkolaborasi dalam menciptakan materi.

5. Evaluasi yang Tidak Menarik

Metode evaluasi yang monoton, seperti ujian tradisional, dapat merusak semangat belajar.

Guru dapat mencoba pendekatan penilaian yang beragam, seperti proyek berbasis keterampilan, presentasi, atau portofolio siswa, yang lebih mencerminkan aplikasi pengetahuan dalam konteks nyata.

6. Kurangnya Kreativitas dalam Presentasi Materi

Presentasi yang kaku dan kurang kreatif dapat membuat siswa kehilangan minat.

Guru perlu mengembangkan kreativitas dalam penyampaian materi, misalnya dengan menggunakan media visual, cerita inspiratif, atau eksperimen praktis.

7. Kurangnya Koneksi Emosional

Hubungan emosional antara guru dan siswa memiliki dampak besar pada motivasi belajar.

Guru perlu mendengarkan dan memahami kebutuhan siswa serta menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan emosional dan akademis.

Kesimpulan dan Contoh Soal

Pertanyaan :

Menurut Ibu dan Bapak guru, pembelajaran yang membosankan itu yang seperti apa? 

Jawaban :

Belajar teori selama 2-3 jam pelajaran dan mencatat saat guru tidak datang

Melibatkan siswa secara aktif, menciptakan lingkungan inklusif, dan menjadikan pembelajaran relevan dengan kehidupan sehari-hari adalah kunci untuk mengatasi pembelajaran yang membosankan.

Dengan pendekatan yang inovatif dan perhatian terhadap keberagaman, pembelajaran dapat menjadi perjalanan yang memotivasi dan menginspirasi setiap siswa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.