Akurat

Apakah Perbedaan yang Paling Mendasar antara KKM dengan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran?

Sultan Tanjung | 31 Januari 2024, 05:30 WIB
Apakah Perbedaan yang Paling Mendasar antara KKM dengan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran?

AKURAT.CO Salam dan bahagia, Ibu dan Bapak Guru! Pernahkah Anda mempertanyakan sejauh mana progres peserta didik dalam menguasai kompetensi yang ditargetkan?

Bagaimana guru bisa memonitor perkembangan peserta didik?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.

Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran

Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran adalah serangkaian kriteria atau indikator yang menunjukkan sejauh mana peserta didik sudah mencapai kompetensi pada tujuan pembelajaran.

Fungsinya adalah merefleksikan proses pembelajaran, menganalisis tingkat penguasaan kompetensi peserta didik, dan membantu pendidik dalam memperbaiki proses pembelajaran serta memberikan tindak lanjut yang sesuai.

Lalu, apa perbedaan antara kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)?

KKM hanya berupa indikator berbentuk angka tanpa penjelasan atau deskripsi mengenai perbedaan angka indikator tersebut.

Di sisi lain, kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran menawarkan deskripsi konkret mengenai keterampilan dan kompetensi yang perlu dikuasai oleh peserta didik sebagai bukti pencapaian tujuan pembelajaran.

KKM menjadi angka mutlak, seperti 75, 80, dan 90, tanpa deskripsi.

Baca Juga: Apa itu Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran? Simak Penjelasan Berikut

Sebaliknya, kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran memberikan deskripsi atau keterangan mengenai tiap-tiap interval, seperti 70-80, 81-90, dengan mempertimbangkan tingkat penguasaan kompetensi.

Pada rubrik atau instrumen asesmen, kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran tercantum dalam deskripsi yang konkret untuk tiap interval yang ditentukan.

Guru juga disarankan untuk tidak hanya menggunakan angka mutlak, melainkan memperkenalkan rentang nilai dengan tetap memberikan deskripsi atau keterangan mengenai tiap-tiap interval tersebut.

Baca Juga: 7 Teknik Asesmen yang Bisa Bapak dan Ibu Guru Gunakan dalam Metode Formatif atau Sumatif

Penting untuk dicatat bahwa kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran membantu dalam menentukan instrumen asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Selain itu, laporan hasil belajar peserta didik yang menggunakan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran memberikan informasi konkret dan komprehensif tentang perkembangan peserta didik.

Deskripsi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan kemampuan, progres, dan area perkembangan peserta didik, yang berbeda dengan pendekatan KKM yang cenderung menyamaratakan kemampuan peserta didik hanya karena memiliki nilai yang sama.

Semoga penjelasan ini membantu Ibu dan Bapak Guru untuk memahami perbedaan antara KKM dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Teruslah bereksplorasi dan belajar!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.