Akurat

7 Langkah Dalam Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran, Salah Satunya Modul Ajar

Sultan Tanjung | 22 Januari 2024, 09:00 WIB
7 Langkah Dalam Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran, Salah Satunya Modul Ajar

AKURAT.CO Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, penyusunan alur tujuan pembelajaran memegang peranan penting dalam menjamin efektivitas dan keberhasilan proses pembelajaran.

Membentuk fondasi yang kokoh untuk mencapai tujuan pendidikan memerlukan perencanaan yang matang.

Dengan mengikuti langkah-langkah yang terstruktur, para pendidik dapat memberikan arah yang jelas bagi siswa, memastikan pembelajaran yang terfokus dan berdaya guna.

Berikut 7 Langkah Dalam Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran dilansir dari Kemdikbud;

1. Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap tahap perkembangan untuk setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Capaian pembelajaran memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi.

Menyesuaikan tahap perkembangan peserta didik pemetaan capaian pembelajaran dibagi dalam fase usia.

2. Perencanaan dan pelaksanaan asesmen diagnostik

Asesmen diagnostik bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik.

Hasilnya digunakan pendidik sebagai rujukan dalam merencanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

Dalam kondisi tertentu, informasi terkait latar belakang keluarga, kesiapan belajar, motivasi belajar, minat peserta didik, dan informasi lain dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan pembelajaran.

3. Mengembangkan modul ajar

Pengembangan modul ajar bertujuan untuk mengembangkan perangkat ajar yang memandu pendidik melaksanakan pembelajaran.

Modul ajar yang dikembangkan harus bersifat esensial; menarik, bermakna, dan menantang; relevan dan kontekstual; dan berkesinambungan.

4. Penyesuaian pembelajaran dengan tahap capaian dan karakteristik peserta didik

Pembelajaran paradigma baru berpusat pada peserta didik. Karena itu, pembelajaran ini disesuaikan dengan tahapan pencapaian dan karakteristik peserta didik.

Ruang lingkup materi pembelajaran adalah apa yang akan diajarkan oleh pendidik di kelas atau apa yang akan dipelajari oleh peserta didik di kelas.

Selanjutnya pendidik menyesuaikan proses pembelajaran, menyesuaikan produk hasil belajar, dan mengkondisikan lingkungan belajar.

Baca Juga: Apa itu Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran? Simak Penjelasan Berikut

5. Perencanaan, pelaksanaan, dan pengolahan asesmen formatif dan sumatif

Dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen, terdapat lima prinsip asesmen yang hendaknya diperhatikan.

Prinsip pertama adalah asesmen sebagai bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, dan menyediakan informasi yang holistik sebagai umpan balik.

Yang kedua adalah asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen.

Ketiga, asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable).

Keempat laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif.

Terakhir, hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua.

6. Pelaporan kemajuan belajar

Bentuk Pelaporan hasil belajar yang efektif adalah pelaporan yang melibatkan orang tua peserta didik, peserta didik dan pendidik sebagai partner; merefleksikan nilai-nilai yang dianut oleh sekolah; menyeluruh, jujur, adil dan dapat dipertanggung jawabkan; jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak.

7. Evaluasi pembelajaran dan asesmen

Pembelajaran dan asesmen yang sudah dilaksanakan selanjutnya dievaluasi. Pendidik melakukan refleksi pembelajaran dan asesmen pada masing-masing modul ajar.

Setelah itu pendidik mengidentifikasi apa saja yang sudah berhasil dan apa saja yang perlu diperbaiki.

Dengan mengidentifikasi hal tersebut maka modul ajar dapat disempurnakan kembali.

Dalam menyelesaikan langkah-langkah menyusun alur tujuan pembelajaran, para pendidik tidak hanya menciptakan suatu kerangka kerja pembelajaran yang efisien, tetapi juga memberikan kesempatan bagi perkembangan holistik siswa.

Proses evaluasi dan penyesuaian yang terintegrasi memastikan bahwa pendidikan tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan individu dan perkembangan masyarakat.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, pendidikan dapat menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan dan keberlanjutan di era pendidikan modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.