Akurat

Kemenpora Gandeng BKKBN Tingkatkan IPP Nasional untuk 2 Domain Ini

Leo Farhan | 22 September 2024, 18:31 WIB
Kemenpora Gandeng BKKBN Tingkatkan IPP Nasional untuk 2 Domain Ini

AKURAT.CO, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Raden Isnanta, menyoroti pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) untuk persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menggelar kegiatan bertajuk Keluarga Muda Berdaya X Siap Nikah Goes to Campus.

"Tujuannya meningkatkan ketahanan keluarga yang merupakan bagian dari kepemimpinan pemuda dalam rumah tangga," beber Raden Isnanta saat membuka acara di Gedung BH, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Denpasar, Bali, Kamis (19/9).

Baca Juga: Bangun Kreativitas Pemuda, Kemenpora Hadirkan Pekan Kreativesia 2024

Kendati IPP nasional di tahun 2024 meningkat menjadi 56,33 persen. Namun, Isnanta menyebut Indonesia butuh kenaikan tajam daei IPP untuk menghasilkan pemuda yang memiliki daya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045.

Diketahui, skor IPP nasional pada 2022 yakni sebesar 55,33 persen dan 2023 dengan nilai mencapai 55,83 persen. Sementara IPP nasional pada tahun ini mencapai 56,33 persen.

Pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan IPP, di mana salah satu langkahnya adalah dengan memperluas kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan pelayanan kepemudaan.

"Karena itu, kolaborasi Kemenpora dengan BKKBN salah satu upaya menggenjot IPP pada domain partisipasi dan kepemimpinan serta domain kesehatan," terang Isnanta.

"Menjadi perhatian Kemenpora dan BKKBN adalah menekan pernikahan dibawah umur, Pemuda harus disiapkan dan dibekali literasi terkait itu."

Pada domain pendidikan saat ini menempati peringkat tinggi IPP nasional, terus ditingkatkan minimal jika para pemuda mau melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi.

Baca Juga: Kemenpora Sebut Kolaborasi Lintas Sektor yang Berjalan Maksimal jadi Faktor Meningkatnya IPP Indonesia

Pasalnya, dampak negatif dari pernikahan usia dini bisa menyebabkan keridaksiapan fisik, biologis, dan psikologis. Juga bisa berdampak terhadap kelangsungan usia pernikahan.

Program kolaborasi Kemenpora dengan BKKBN ini secara rutin dilaksanakan selama empat bulan terakhir dan menyasar kepada mahasiswa yang juga masuk dalam usia pemuda.

Seri Keluarga Muda Berdaya X Siap Nikah Goes to Campus ini dimulai dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) Jawa Tengah, kemudian berpindah ke Universitas Teuku Umar (UTU) Aceh, berlanjut ke wilayah timur Indonesia yaitu Universitas Khairun (Unkhair) Ternate Maluku Utara.

Selanjutnya bergeser ke wilayah tengah Indonesia yaitu di Universitas Tadulako (Untad) Palu Sulawesi Tengah, dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Keprihatinan Kemenpora dan BKKBN terkait banyaknya pernikahan yang berakhir di tengah jalan mendorong terlahirnya program ini, dengan menyasar mahasiswa sebagai calon pemimpin untuk dibekali berbagai literasi kesiapan memasuki pernikahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H