Presiden Prabowo Perkuat Fondasi SDM Indonesia Lewat Pembaruan Buku Ajar hingga Budaya Membaca

AKURAT.CO Pemerintah terus mematangkan langkah pembaruan buku ajar nasional, sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan Indonesia.
Arahan tersebut merupakan tindak lanjut dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kualitas buku pelajaran yang digunakan peserta didik. Sekaligus upaya membangun budaya membaca sejak usia dini, sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan, perhatian Presiden Prabowo terhadap pembaruan buku ajar berawal dari kunjungan ke sejumlah sekolah.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo meninjau langsung buku-buku pelajaran yang digunakan siswa dan menemukan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian.
"Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu persatu kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya kalau dibaca kurang baik. Sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya," jelas Teddy di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: 5,5 Juta Buku Dikirim ke Seluruh Indonesia, Jangkau Puluhan Ribu Sekolah
Setelah mempelajari buku-buku pelajaran yang digunakan di Indonesia, Presiden Prabowo kemudian menginstruksikan agar dilakukan perbandingan dengan buku ajar dari negara-negara tetangga, sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas buku pelajaran nasional.
"Awalnya yang punya kita dulu, dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu. Kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga. Pada awalnya seperti itu, sehingga yang tadi Pak Mensesneg sampaikan, dicek, nanti intinya akan diperbaiki menjadi lebih baik," kata Teddy.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberi perhatian khusus pada sejumlah aspek yang dinilai strategis.
Selain penguatan karakter kebangsaan, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sains dan teknologi. Serta peningkatan kemampuan berbahasa asing untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.
"Kedua, mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satu concern beliau adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah Bahasa Inggris," jelasnya.
Baca Juga: Kemenag Sediakan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab untuk Jenjang MI Sampai MA, Bisa Diunduh di Sini
Tidak hanya dari sisi materi, Presiden Prabowo juga menginginkan agar kualitas fisik buku pelajaran ditingkatkan. Buku ajar diharapkan memiliki tampilan yang lebih menarik, ukuran huruf yang lebih nyaman dibaca, serta menggunakan bahan yang lebih baik sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
"Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan, penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu. Mungkin kadang-kadang, dulu kan ada yang buku ini tidak dimiliki pribadi dan kemudian bisa diwariskan atau dipakai oleh adik kelasnya," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Prasetyo juga mengungkapkan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap dunia pendidikan tidak terlepas dari kebiasaan membaca yang telah ditanamkan sejak kecil dalam lingkungan keluarganya.
Menurutnya, budaya membaca secara rutin menjadi salah satu nilai yang kini ingin kembali digalakkan di lingkungan pendidikan nasional.
"Sejak usia belia, keluarga Pak Mitro selalu mewajibkan putra-putrinya untuk setiap minggu membaca sekian buku, kemudian membuat rangkuman dan disampaikan kepada orang tua. Itu adalah juga cara mendidik yang kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen untuk itu juga mulai kita galakkan lagi. Mulai kita giatkan lagi gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua," Prasetyo menerangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini








