Jelang Puncak Haji, DPR Minta Fasilitas Medis Diperkuat

AKURAT.CO Anggota Komisi VIII DPR, Selly Andriany Gantina, meminta pemerintah memperkuat fasilitas medis, layanan pendampingan, serta pengawasan terhadap jemaah haji Indonesia, menjelang puncak pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
Menyusul meningkatnya jumlah jemaah yang wafat di Tanah Suci, serta bertambahnya yang membutuhkan perawatan intensif.
Selly mengapresiasi pelaksanaan pemberangkatan jemaah haji tahun ini yang dinilainya berjalan cukup baik. Namun, ia menegaskan masih ada sejumlah catatan penting yang perlu segera dievaluasi pemerintah.
"Saya pertama-tama mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Haji dan Umrah yang sudah menyelenggarakan pelaksanaan haji. Tetapi berdasarkan evaluasi kami, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian serius," ujar Selly, dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).
Fokus utama saat ini, menurutnya, adalah menekan angka kematian jemaah agar tidak melonjak menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Baca Juga: One Stop Service Haji 2026 Dinilai Baik, DPR Ingatkan Profesionalisme Petugas Jadi Kunci
Selly mengingatkan cuaca ekstrem di Arab Saudi serta tingginya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi jemaah lansia dan yang memiliki penyakit penyerta.
"Yang harus menjadi perhatian kita adalah bagaimana menekan angka kematian agar tidak melonjak pada puncak haji nanti," kata legislator Fraksi PDIP itu.
Selain kesehatan, Selly juga menyoroti akomodasi. Ia menerima informasi masih ada sejumlah hotel dengan lokasi cukup jauh dari pusat kegiatan ibadah. Karena itu, ia meminta petugas haji memastikan pelayanan maksimal agar jemaah tetap nyaman.
Ia juga menyinggung layanan konsumsi yang harus dijaga kualitas dan variasinya, agar kebutuhan gizi terpenuhi dan tidak menimbulkan kejenuhan.
Soal KBIHU, Selly meminta pengawasan diperketat. Ia mengingatkan agar jemaah tidak dipaksakan menjalankan umrah sunnah berulang kali di tengah suhu panas ekstrem dan kondisi fisik yang rentan.
"Kami masih mendengar ada jemaah yang diarahkan berkali-kali melakukan umrah sunah. Padahal cuaca sangat panas dan petugas terbatas. Ini harus menjadi perhatian," ujarnya.
Masalah lain, Selly menyoroti pelayanan rumah sakit dan sistem asuransi kesehatan. Masih ada kendala pembatasan masa tanggungan asuransi, sehingga jemaah yang masih butuh perawatan harus dipindah ke rumah sakit lain.
"Kalau jemaah belum sembuh, harusnya tetap dirawat sampai selesai. Jangan dipindah-pindah hanya karena batas waktu asuransi," tegasnya.
Ia juga menyoroti transportasi jemaah, khususnya terkait penggunaan kendaraan di luar layanan resmi. Ia meminta agar seluruh moda transportasi untuk city tour maupun wisata religi berada dalam pengawasan penyelenggara resmi.
"Ke depan harus dievaluasi, setiap transportasi yang dipergunakan jemaah harus dalam kontrol pemerintah agar keselamatan lebih terjamin," katanya.
Baca Juga: Bukan Main! Lonjakan Haji Ilegal Capai 20 Ribu Kasus per Tahun
Selly berharap seluruh catatan ini segera ditindaklanjuti pemerintah. Menurutnya, keberhasilan haji tidak hanya diukur dari kelancaran keberangkatan tetapi juga dari kualitas perlindungan, keselamatan dan kenyamanan jemaah selama di Tanah Suci.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







