Akurat

Tinjau Yonif TP 848 di Lampung, Menhan: TNI Harus Jadi Pelindung Rakyat

Saeful Anwar | 26 Februari 2026, 21:43 WIB
Tinjau Yonif TP 848 di Lampung, Menhan: TNI Harus Jadi Pelindung Rakyat
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, meninjau langsung kesiapsiagaan prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) TP 848/Satya Pandya Cakti (SPC), bagian dari Brigif TP 88/KBK Kodam II/Sriwijaya, di Anak Tuha, Lampung Tengah, Kamis (26/2/2026).

AKURAT.CO Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, meninjau langsung kesiapsiagaan prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) TP 848/Satya Pandya Cakti (SPC), bagian dari Brigif TP 88/KBK Kodam II/Sriwijaya, di Anak Tuha, Lampung Tengah, Kamis (26/2/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan operasional dan profesionalisme prajurit di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Menhan menyaksikan demonstrasi kemampuan prajurit, mulai dari latihan fisik calisthenics hingga berbagai keterampilan bela diri militer seperti karate, taekwondo, muay thai, pencak silat militer, dan tinju.

Penampilan tersebut mencerminkan kesiapan fisik, disiplin, serta kemampuan tempur prajurit dalam menghadapi beragam potensi ancaman.

Tak hanya aspek militer, Komandan Yonif TP 848 juga memaparkan sejumlah program penguatan ketahanan wilayah yang dijalankan satuan.

Di antaranya pengelolaan lahan jagung dan tebu, pengembangan peternakan kambing untuk kebutuhan sosial dan keagamaan, serta budidaya ayam petelur.

Program-program tersebut menunjukkan peran satuan yang tidak sebatas fungsi pertahanan, tetapi juga terlibat dalam mendukung ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah penugasan.

Baca Juga: Virgoun dan Lindi Fitriyana Menikah di Kelapa Dua, KUA: Berkas Sudah Lengkap ​

Menanggapi hal tersebut, Menhan menegaskan pentingnya kehadiran TNI dalam menjaga stabilitas sosial serta keamanan masyarakat.

Ia mendorong pelaksanaan patroli bermotor bersenjata dengan sistem buddy system sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk tindak kejahatan jalanan dan peredaran narkoba.

Menurutnya, keberadaan Yonif TP harus mampu membangun kepercayaan publik sebagai bagian dari Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

“Kehadiran satuan harus dirasakan rakyat sebagai pelindung dan pengayom. Dari situ akan tumbuh rasa memiliki masyarakat terhadap TNI,” tegasnya.

Dalam arahannya, Menhan juga menyoroti pentingnya pembinaan satuan tempur (Binsat) yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.

Ia menekankan bahwa prajurit tidak hanya dituntut memiliki kemampuan, tetapi juga kesanggupan untuk hadir dan mengabdi kepada masyarakat.

“Prajurit harus siap secara kemampuan, namun yang tak kalah penting adalah kesiapan untuk mengabdi kepada rakyat,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.