Kemhan Pastikan Program Rekrutmen Komcad Tak Ganggu Tugas ASN

AKURAT.CO Kementerian Pertahanan menegaskan pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) dari aparatur sipil negara (ASN), tidak akan mengganggu pelaksanaan tugas dan fungsi birokrasi pemerintahan.
Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya kekhawatiran di masyarakat, terkait potensi benturan peran ASN sebagai abdi negara dan sebagai bagian dari sistem pertahanan.
Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, menyatakan program Komcad ASN justru dirancang sejalan dengan tugas kedinasan para aparatur.
Baca Juga: Rekrut ASN sebagai Komcad Dinilai Efektif Jika Fokus Teknologi dan Siber
"Saya rasa ini akan sejalan dengan tugas mereka di ASN. Ini kan hanya sekitar dua bulan mereka mendapatkan pelatihan Komcad ini, setelah itu mereka kembali lagi melaksanakan tugas sebagai ASN. Jadi tidak ada halangan ataupun konflik dari tugas-tugas mereka nantinya," ujar Donny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Dia menjelaskan, pembentukan Komcad ASN merupakan implementasi sistem pertahanan semesta yang melibatkan seluruh komponen bangsa, termasuk aparatur pemerintahan.
"Ini salah satu bentuk kesemestaan pertahanan kita, seluruh komponen bangsa terlibat di dalam pertahanan negara, salah satunya melalui komponen cadangan," katanya.
Pada tahap awal, Kemhan menargetkan 4.000 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga untuk mengikuti program pelatihan Komcad pada semester pertama 2026. Seluruh kementerian dan lembaga telah diminta mengusulkan nama calon peserta.
"Dari semua kementerian, 49 K/L itu kita sudah minta. Mereka akan memberikan namanya, nanti akan kita seleksi memenuhi syarat, baru kita mulai program tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Dave Laksono: Perekrutan 4.000 ASN sebagai Komcad untuk Hadapi Spektrum Ancaman yang Makin Kompleks
Menurutnya, pelatihan Komcad ASN hanya berlangsung dalam jangka waktu terbatas dan tidak bersifat permanen. Setelah pelatihan selesai, mereka kembali melaksanakan tugas sebagai ASN seperti biasa.
Kemhan merencanakan pelaksanaan pelatihan Komcad ASN dimulai pada akhir bulan depan atau sekitar April 2026.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menyampaikan wacana merekrut lagi sebanyak 4.000 ASN dari kementerian dan lembaga di Jakarta untuk dilibatkan sebagai Komponen Cadangan pada semester pertama 2026.
"Semester pertama 2026 ASN sudah mulai kita latih. Untuk tahap awal, pelatihan dipusatkan di kementerian dan lembaga di Jakarta, kurang lebih 4.000 orang," ujar Sjafrie dalam agenda Retreat Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Cibodas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Dia menjelaskan, ASN berusia 18 hingga 35 tahun akan mengikuti pelatihan dasar militer. Setelah pelatihan selesai, para peserta akan kembali ke instansi masing-masing untuk melanjutkan tugas dan pengabdian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









