Kemenhan Investigasi Insiden Ledakan Pemusnahan Amunisi Tak Layak Pakai di Garut

AKURAT.CO Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya anggota TNI dan korban dari kalangan warga sipil dalam ledakan pemusnahan amunisi tidak layak pakai milik TNI, di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, Jawa Barat.
Biro Infohan Setjen Kemhan tengah melakukan investigasi yang sedang dilakukan oleh tim gabungan, untuk mengungkap penyebab pasti terjadinya musibah ledakan bom atau bahan peledak kadaluarsa di Garut Selatan, Kabupaten Garut.
Selama proses investigasi berlangsung, seluruh kegiatan akan tetap mengacu pada prosedur keamanan yang ketat guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Baca Juga: Tragedi Ledakan di Garut: 13 Tewas Saat Pemusnahan Amunisi TNI, Mayoritas Warga Sipil
Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk, Garut, untuk proses identifikasi dan otopsi sesuai prosedur medis yang berlaku.
Diketahui, insiden ini terjadi saat berlangsungnya kegiatan pemusnahan amunisi apkir, oleh Gupusmu III Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) dalam program rutin tahun 2025.
Pada peristiwa tersebut, sebanyak 13 orang dinyatakan meninggal dunia di tempat. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya merupakan personel TNI AD, sementara sembilan lainnya adalah warga sipil yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Lahan yang digunakan dalam kegiatan pemusnahan tersebut merupakan aset milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Garut yang selama ini secara rutin dipergunakan untuk kegiatan pemusnahan amunisi kadaluarsa oleh instansi militer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









