Dave Laksono: Perekrutan 4.000 ASN sebagai Komcad untuk Hadapi Spektrum Ancaman yang Makin Kompleks

AKURAT.CO Rencana perekrutan sekitar 4.000 aparatur sipil negara (ASN) sebagai Komponen Cadangan (Komcad), dinilai sebagai bagian dari strategi memperkuat sistem pertahanan rakyat semesta Indonesia di tengah kompleksitas ancaman global.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menilai spektrum ancaman pertahanan saat ini tidak lagi bersifat tunggal, melainkan mencakup dimensi konvensional hingga non-konvensional, termasuk teknologi, siber, serta potensi konflik di wilayah laut dan udara.
"Rencana tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan semesta. Indonesia saat ini menghadapi spektrum ancaman yang semakin kompleks, baik dalam bentuk konvensional maupun dalam dimensi teknologi, siber, serta potensi konflik di laut dan udara," ujar Dave saat dihubungi Akurat.co, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga: Komisi I DPR Tegaskan Rekrutmen ASN Komcad Tetap Junjung Demokrasi dan Supremasi Sipil
Dia menjelaskan, keterlibatan ASN dalam Komcad untuk memperluas basis partisipasi masyarakat sipil dalam pertahanan negara, sekaligus menanamkan kesadaran bela negara di lingkungan aparatur pemerintahan.
Menurutnya, pelibatan ASN bukan semata-mata dimaknai dalam konteks militeristik, melainkan sebagai penguatan kesiapan nasional menghadapi berbagai bentuk ancaman di masa depan.
"Dengan demikian, wacana ini lebih dimaknai sebagai penguatan kesiapan nasional menghadapi berbagai bentuk ancaman di masa depan," tutup Dave.
Baca Juga: Pakar: Perekrutan ASN untuk Komcad Bukan Militerisme, Tapi Demi Menjaga Kedaulatan!
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, menyampaikan wacana merekrut lagi sebanyak 4.000 ASN dari kementerian dan lembaga di Jakarta untuk dilibatkan sebagai Komponen Cadangan pada semester I-2026.
"Semester pertama 2026 ASN sudah mulai kita latih. Untuk tahap awal, pelatihan dipusatkan di kementerian dan lembaga di Jakarta, kurang lebih 4.000 orang," ujar Sjafrie dalam agenda Retreat Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Cibodas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Dia menjelaskan, ASN berusia 18 hingga 35 tahun akan mengikuti pelatihan dasar militer. Setelah pelatihan selesai, para peserta akan kembali ke instansi masing-masing untuk melanjutkan tugas dan pengabdian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







