Akurat

Tanah Bergerak di Semarang, Gibran: Keselamatan Masyarakat Nomor Satu

Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto | 15 Februari 2026, 17:30 WIB
Tanah Bergerak di Semarang, Gibran: Keselamatan Masyarakat Nomor Satu

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung lokasi terdampak tanah bergerak di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang. Dia menekankan agar perlindungan masyarakat selalu menjadi fokus utama dalam setiap penanganan situasi darurat.

Dalam kunjungan kerjanya, dia meninjau langsung kondisi wilayah terdampak dan berdialog dengan warga yang kini mengungsi. Dia menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama.

Kendati tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, dia mengingatkan agar warga terus meningkatkan kewaspadaan, terutama karena banyak anak-anak dan bayi di area terdampak.

Baca Juga: Lebih dari 2.400 Warga Desa Padasari Mengungsi Akibat Tanah Bergerak

"Yang paling penting keselamatan nomor satu. Kemarin tidak ada korban, tidak ada yang luka-luka, itu yang paling utama. Saya lihat tadi banyak anak-anak, ada bayi juga. Hati-hati," kata Gibran, Minggu (15/2/2026).

Selain memeriksa kondisi fisik lokasi, dia juga memastikan kesiapan posko pengungsian, mulai dari ketersediaan makanan hingga layanan kesehatan. Dia pun meminta aparat setempat, untuk menjamin seluruh warga terdampak mendapatkan kebutuhan dasar secara layak dan memadai.

"Bu Lurah, Pak Camat, pastikan di pengungsian makan tiga kali sehari. Harus ada posko kesehatan juga. Jangan sampai ada yang sakit," pesannya.

Wapres juga mengingatkan bahwa musim hujan belum berakhir, sehingga potensi pergerakan tanah harus terus diwaspadai. Untuk itu, dia meminta warga tetap berada di lokasi aman dan mematuhi arahan pemerintah daerah serta petugas di lapangan untuk meminimalkan risiko.

Terkait langkah lanjutan termasuk opsi relokasi, Wapres menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan segera merumuskan solusi terbaik bagi warga terdampak.

"Untuk relokasi dan langkah selanjutnya, nanti segera dicarikan solusi oleh Pak Gubernur dan Bu Wali Kota. Bapak-Ibu, mohon jangan bolak-balik ke rumah lama. Kita tidak tahu sejauh mana tanah ini akan bergerak," ujarnya.

Baca Juga: Gibran Tinjau Persiapan Imlek di Sam Poo Kong Semarang, Tekankan Pentingnya Harmoni Kebangsaan

Sementara itu, salah satu warga terdampak, Supriyadi, menceritakan rumahnya mulai mengalami pergeseran sekitar dua pekan lalu setelah hujan deras turun tanpa henti hingga akhirnya roboh. Kini dia bersama keluarga mengungsi di musala terdekat.

Meski menghadapi cobaan berat, dia tetap bersyukur karena aktivitas sehari-harinya masih berjalan dan dirinya juga tetap bekerja sebagai teknisi servis AC secara freelance. "Sekolah alhamdulillah lancar, masih bisa diantar seperti biasa," katanya.

Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menangani bencana secara cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan warga sebagai prioritas utama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.