Hampir Semua Pasar di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Beroperasi Normal

AKURAT.CO Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan aktivitas pasar di berbagai daerah terdampak bencana di wilayah Sumatera sudah kembali beroperasi melayani pembeli.
Hal tersebut menjadi sinyal positif bahwa pemulihan ekonomi daerah mulai terasa di tengah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Berdasarkan laporan pemerintah daerah dan hasil pemantauan lapangan, dia menyebut geliat ekonomi masyarakat mulai bergerak, terutama melalui aktivitas perdagangan di pasar.
Baca Juga: Kapolri Ucapkan Belasungkawa Atas Tewasnya Dua Polisi Saat Evakuasi Bencana Longsor Bandung Barat
"Kalau untuk masalah perekonomian, hampir semua pasarnya sudah aktif semua," kata Tito, dikutip Selasa (27/1/2026).
Dia menegaskan bahwa kembalinya aktivitas pasar menjadi indikator penting bagi pemulihan ekonomi masyarakat. Pasar dinilai sebagai pusat perputaran ekonomi lokal yang langsung berdampak pada penghidupan pedagang, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan masyarakat sekitar.
Baca Juga: 2.824 IKM Terdampak Bencana di Sumatra, Aceh Paling Banyak
Selain pasar, dia juga menyoroti pentingnya menjaga konsistensi pasokan energi seperti LPG dan BBM agar aktivitas ekonomi dapat berjalan berkelanjutan. Dukungan distribusi logistik dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas perdagangan di daerah terdampak.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah provinsi, serta kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Selain itu, pemerintah pusat mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya pada infrastruktur dasar, tetapi juga pada pemulihan ekonomi daerah, termasuk pasar tradisional, UMKM, dan sektor jasa. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pemulihan ekonomi dapat berlangsung merata dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









