Komisi I DPR: Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Dunia Bukan untuk Ikut Bertempur

AKURAT.CO Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Dunia tidak dimaksudkan untuk terlibat dalam konflik bersenjata atau peperangan. Partisipasi Indonesia justru sejalan dengan amanat konstitusi, untuk menjaga ketertiban dunia dan perdamaian internasional.
Dia menjelaskan, hal tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam pembahasan di DPR bersama Menteri Pertahanan dan petinggi TNI.
"Tadi ada dua penanya dan dua penekanan bahwa kalau kita melaksanakan itu adalah sesuai dengan pembukaan Undang-Undang Dasar yaitu ikut apa? Ketertiban dunia. Tapi poin yang paling penting, kita di sana utamanya lebih menjaga perdamaian," kata Utut dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Baca Juga: JK Ingatkan Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump: Warga Palestina Harus Dilibatkan
Dia menegaskan kembali bahwa Indonesia tidak akan ditempatkan sebagai pihak yang ikut bertempur dalam konflik apa pun, meskipun nantinya struktur kepemimpinan Dewan Perdamaian Dunia melibatkan unsur militer dari negara lain.
"Jadi tidak untuk ikut bertempur. Walaupun nanti lead-nya salah satu jenderal dari US, kita juga berharap kita akan mengirimkan jenderal terbaik kita di sana dan pasukan terbaik tempur kita. Tetapi tidak untuk ikut bertempur," ujarnya.
Menurutnya, penugasan personel terbaik Indonesia dalam forum tersebut justru dimaksudkan untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.
"Tadi kita underline, kita tidak untuk bertempur tetapi lebih untuk menjaga perdamaian," tegasnya.
Baca Juga: Elon Musk Sindir Dewan Perdamaian Trump di Forum Davos
DPR memandang keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Dunia sebagai bagian dari politik luar negeri bebas aktif. Sekaligus implementasi nyata amanat Pembukaan UUD 1945 untuk ikut serta menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Sebelumnya, Indonesia bersama sejumlah negara mayoritas Muslim, termasuk Arab Saudi dan Qatar, sepakat bergabung dengan Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS, Donald Trump.
Kementerian Luar Negeri RI pun menyampaikan Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya menyambut baik undangan untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian tersebut. Bergabungnya Indonesia menegaskan kembali komitmen RI mendukung pemerintahan transisi dan rencana komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









