JK Ingatkan Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump: Warga Palestina Harus Dilibatkan

AKURAT.CO Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa Dewan Perdamaian untuk Gaza (Board of Peace) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump harus melibatkan masyarakat lokal, khususnya warga Palestina dan Israel yang terdampak langsung konflik.
Menurut JK, proses perdamaian tidak akan efektif dan berkelanjutan jika hanya digerakkan oleh negara-negara besar tanpa melibatkan masyarakat yang hidup di wilayah konflik.
“Kalau ingin memperbaiki kampung orang, tentu orang kampung itu sendiri harus terlibat. Jangan sampai yang berdamai justru tidak melibatkan masyarakat yang terdampak langsung,” kata JK, Minggu (25/1/2026), dikutip dari Antara.
Baca Juga: Ketua PBNU Dukung Percepatan Muktamar NU ke-35
JK menilai, selama ini berbagai inisiatif perdamaian kerap gagal karena minimnya partisipasi masyarakat lokal. Padahal, warga setempat merupakan pihak yang paling memahami akar persoalan dan merasakan langsung dampak konflik.
Ia menekankan bahwa niat perdamaian tidak cukup hanya datang dari elit global atau kekuatan besar dunia. Keterlibatan aktif masyarakat lokal harus menjadi bagian utama dalam proses rekonsiliasi dan pembangunan kembali wilayah pascakonflik.
“Indonesia perlu mendorong agar inisiatif perdamaian ini tidak bersifat elitis. Jangan hanya negara-negara besar yang menentukan, tetapi juga warga di wilayah konflik harus dilibatkan dalam membangun dan mendamaikan negaranya sendiri,” ujar JK.
JK mengingatkan, tanpa ruang partisipasi bagi masyarakat lokal, upaya perdamaian berpotensi tidak berjalan efektif dan sulit bertahan dalam jangka panjang.
Dewan Perdamaian untuk Gaza resmi diluncurkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Kamis (22/1/2026) di sela World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Presiden RI Prabowo Subianto turut menandatangani piagam pembentukan dewan tersebut, menandai keikutsertaan Indonesia sebagai salah satu anggota.
Baca Juga: Hadapi Percepatan AI, Tokoh Muhammadiyah Ajak Teladani Kiai Ahmad Dahlan
Menteri Luar Negeri Sugiono sebelumnya menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia bertujuan untuk mengawal agar kebijakan Dewan Perdamaian tetap sejalan dengan tujuan utama, yakni kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.
“Kehadiran Board of Peace ini diharapkan menjadi langkah konkret agar upaya perdamaian benar-benar mengarah pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara,” kata Sugiono, Sabtu (24/1/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 820 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








