Akurat

Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Gibran Beri Dukungan untuk Mama-mama Papua

Ahada Ramadhana | 14 Januari 2026, 16:30 WIB
Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Gibran Beri Dukungan untuk Mama-mama Papua

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menyapa mama-mama yang merupakan pedagang di Pasar Potikelek di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (14/1/2026).

Kunjungan ini sesuai arahan Presiden Prabowo yang memberikan perhatian khusus kepada pelaku ekonomi kecil, terutama perempuan yang berperan penting dalam menopang kesejahteraan keluarga.

Presiden menekankan pentingnya penguatan pasar rakyat sebagai ruang ekonomi yang inklusif, stabil, dan berkelanjutan, melalui penjagaan harga kebutuhan pokok, kelancaran distribusi, serta peningkatan kualitas fasilitas pasar agar pedagang dapat berusaha dengan aman dan nyaman.

Baca Juga: Wapres Gibran Tekankan Pentingnya Penguatan Ekonomi Rakyat Berbasis Potensi Lokal

"Kami datang sebagai bentuk dukungan terhadap peran mama-mama pedagang yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi keluarga," kata Gibran, Rabu (14/1/2026). 

Setibanya di lokasi, Gibran disambut Bupati Jayawijaya Athenius Mirip, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Jayawijaya Alpius, serta Kepala Pasar Potikelek Yuanita Gombo. Dalam suasana penuh kehangatan, dia juga menerima penyambutan adat berupa pemakaian topi tradisional oleh mama-mama pedagang. 

Di antara keriuhan para pedagang dan antusiasme masyarakat setempat, Wapres kemudian berkeliling pasar dan berdialog langsung dengan para pedagang.

Pasar Potikelek merupakan pasar tradisional yang menampung ratusan pedagang, dengan komoditas utama berupa sayur-mayur, buah-buahan, serta kerajinan lokal. Pasar ini menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi rakyat di Jayawijaya yang selalu ramai oleh aktivitas masyarakat.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Jayawijaya, Alpius, menjelaskan bahwa kondisi pasar hingga saat ini relatif stabil, baik dari sisi pasokan maupun harga.

Baca Juga: Gibran Pastikan Kampung Nelayan di Biak Numfor Terhubung Langsung ke Pasar Rakyat

"Jumlah pedagang di Pasar Potikelek ini ada di atas seratus orang. Pasar ini selalu penuh dan menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli dari berbagai distrik," ujar Alpius.

Dia menambahkan, pemerintah daerah secara rutin melakukan pengawasan untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi.

"Harga kebutuhan pokok terus kami kontrol. Inflasi Jayawijaya saat ini berada di kisaran 3,1 hingga 3,2 persen. Ini menunjukkan peredaran uang dan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan normal dan terkendali," jelasnya.

Menurutnya, kehadiran Wapres menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus membangun perekonomian Papua Pegunungan ke arah yang lebih baik.

"Kunjungan Bapak Wakil Presiden memberi semangat besar bagi kami. Kami berharap ke depan pasar ini bisa dikembangkan menjadi lebih modern tanpa meninggalkan ciri khas pasar rakyat, sehingga semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Serpina Pekade, pedagang kerajinan khas Papua, menuturkan bahwa berjualan di Pasar Potikelek menjadi sumber utama penghidupan sekaligus penopang pendidikan anak-anaknya. Dia menjual noken dan berbagai kerajinan yang seluruhnya dibuat dengan tangan sendiri.

"Saya jual noken dari kulit kayu, baju, topi, tas, semua buatan sendiri. Dari hasil jualan ini saya bisa sekolahkan anak-anak sampai kuliah. Satu noken bisa dikerjakan satu sampai tiga bulan, bahkan ada yang lima bulan. Semua Mama buat sendiri," katanya.

Baca Juga: Gibran Pastikan Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan yang Setara di Papua

Pedagang sayur Mama Nyora juga menyampaikan bahwa aktivitas jual beli di pasar tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. "Kalau jualan ramai, kami bisa beli beras, minyak goreng, bawang, dan kebutuhan lain untuk dibawa pulang," kata Nyora.

Pasar Potikelek terdiri dari empat los, yakni los kerajinan dan madu, los buah-buahan, los sayur/hipere, serta los daun/hipere.

Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, mayoritas pedagang menjajakan komoditas sayur-mayur dan buah-buahan, disertai sebagian pedagang kerajinan. Pasar ini juga dilengkapi sekitar 60 kios, dengan jumlah pedagang diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.