Akurat

2,5 Juta Orang Kembali Bekerja, Progres Program MBG Sangat Cepat

Wahyu SK | 8 Januari 2026, 11:37 WIB
2,5 Juta Orang Kembali Bekerja, Progres Program MBG Sangat Cepat

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa sebanyak 2,5 juta orang kembali bekerja setelah Program MBG (Makan Bergizi Gratis) beroperasi kembali di 2026. 

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyebut Program MBG memiliki progres yang sangat cepat. Hal ini terlihat dari jumlah penerima manfaat yang jauh melebihi target pada tahun 2025. 

Saat ini, Nanik menjelaskan, sudah ada 55,1 juta orang yang menjadi penerima manfaat Program MBG. Dengan berdirinya lebih dari 19 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

"Ini luar biasa. Target yang semula di tahun 2025 itu hanya enam juta, per hari ini kita masak semua berjumlah 55,1 juta dengan jumlah SPPG berjumlah 19.800-an ya," ujar Nanik saat meninjau Program MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026). 

Nanik mengatakan, Program MBG telah berdampak terhadap pembukaan lapangan kerja yang signifikan.

Baca Juga: Tinjau Hari Pertama Program MBG di 2026, Wakil Kepala BGN Kaget Guru Tidak Dapat Jatah

Menurutnya, sudah ada 902 ribu pekerja yang terlibat langsung dengan adanya 19 ribu SPPG. 

"Jadi, per hari ini, per jam ini, ada orang yang bekerja, orang yang langsung bekerja per hari ini, sekitar 902 ribu orang itu yang bekerja langsung di dapur SPPG, dengan beroperasinya 19 ribu sekian tadi," jelasnya. 

Sementara yang tidak langsung, lanjut Nanik, ada sekitar 1,5 juta orang yang terlibat menjadi pemasok ke SPPG. 

"Lalu yang tidak langsung berapa? Karena hari ini kita pemasaknya itu 19.800 sekian, kemudian satu dapur itu, kira-kira butuh 15 supplier, 10 sampai 15. Jadi per hari ini pekerja yang tidak langsung ada 1,5 juta orang juga mulai bekerja," ujarnya. 

Sehingga jika ditotal secara keseluruhan terdapat 2,5 juta orang yang bekerja dengan kembali beroperasinya Program MBG di awal 2026 ini. "Jadi hari ini sekitar 2,5 juta orang langsung bekerja," kata Nanik.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK