Akurat

Menkes Ajukan Tambahan Anggaran Rp500 Miliar untuk Revitalisasi Wilayah Bencana Sumatera Tahap III

Ahada Ramadhana | 7 Januari 2026, 19:43 WIB
Menkes Ajukan Tambahan Anggaran Rp500 Miliar untuk Revitalisasi Wilayah Bencana Sumatera Tahap III

AKURAT.CO Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan bahwa pihaknya tengah mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp500 miliar, untuk revitalisasi wilayah terdampak bencana di Sumatera tahap ketiga. 

Berdasarkan pendataan di lapangan, anggaran diperuntukan mencakup kerusakan fasilitas kesehatan, alat kesehatan, hingga rumah tenaga kesehatan.

"Untuk ambulans, misalnya, dari total kebutuhan 204 unit, hanya 120 unit yang masih bisa diperbaiki. Sisanya akan dibeli baru dan telah dimasukkan dalam perencanaan anggaran," kata Budi dalam konferensi pers di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: Polemik Pilkada Lewat DPRD Tidak Usah Diperpanjang, Gerindra: Lebih Baik Fokus Penanganan Bencana Sumatera

Terkait fasilitas kesehatan, dari 152 puskesmas yang terdampak dua di antaranya mengalami rusak berat dan sedang proses untuk segera dibangun kembali. Selain itu, pemerintah juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap alat kesehatan bernilai tinggi seperti CT Scan, MRI, dan Cath Lab.

Teknisi sedang diterjunkan untuk memastikan mana alat yang masih bisa diperbaiki dan mana yang harus diganti. "Kalau harus diganti, itu akan dimasukkan sebagai anggaran pemerintah," jelasnya.

Perhatian juga diberikan pada rumah tenaga kesehatan yang terdampak bencana. Dari data yang telah dikumpulkan ialah mencakup identitas tenaga kesehatan, lokasi rumah, dokumentasi kerusakan, hingga titik koordinat. Data ini telah diserahkan ke Kementerian PUPR dan BNPB untuk ditindaklanjuti.

Selain itu, skema bantuan perumahan pun telah disiapkan, yaitu Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan pembangunan kembali untuk rumah rusak berat. Selain itu, terdapat bantuan meubel sebesar Rp3 juta serta bantuan hidup Rp5 juta bagi korban terdampak.

"Seluruh skema pembiayaan tersebut akan difokuskan melalui satu pintu di BNPB. Tujuannya agar aman dan tidak terjadi duplikasi anggaran," ucapnya. 

Baca Juga: Kemenko Polkam Kirim Bantuan 20 Mobil Penjernih Air untuk Korban Bencana Sumatera

Dia menegaskan, pihaknya memastikan penggunaan anggaran penanganan dan pemulihan pasca bencana terus bergerak dengan total anggaran telah mencapai Rp 50 miliar. Dana tersebut berasal dari anggaran kementerian/lembaga, BNPB, kontribusi swasta dan juga donasi.

Sejumlah anggaran telah digunakan untuk pengiriman relawan melalui BNPB, dengan nilai permintaan sekitar Rp8 miliar. Sementara Kemenkes tetap menjalankan penanganan layanan kesehatan secara paralel, termasuk dukungan dari donasi publik.

"Kalau saya lihat, totalnya sudah di atas Rp50 miliar dan masih bergerak terus. Itu kombinasi dari anggaran pemerintah, bantuan swasta, dan BNPB," ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.