Siap Copot Pejabat Tak Kompeten, Prabowo Tunjukkan Ketegasan dan Keberanian

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto mendapat apresiasi usai menyatakan siap mencopot para pejabat yang tidak kompeten atau berniat memperkaya diri sendiri.
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza, menilai pernyataan tersebut menandakan bahwa Presiden Prabowo memiliki ketegasan dan keberanian untuk menindak para pembantunya.
Bahkan, ketegasan itu juga ditujukan untuk semua pejabat tanpa memandang latar belakang partai politik maupun identitas lainnya.
"Ini artinya Prabowo sebagai pemimpin yang punya keberanian dan ketegasan. Sekaligus bukti nyata kualitas pemerintahan yang prorakyat karena Prabowo tidak ingin intervensi terhadap hukum," ujar Efriza, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Prabowo Ingin Papua Gunakan Energi Terbarukan, Tidak Perlu Kirim BBM Mahal dari Daerah Lain
Menurut Efriza, pernyataan tersebut bisa menjadi sinyal kuat bahwa Presiden Prabowo akan melakukan reshuffle dalam waktu dekat. Sekaligus peringatan keras bagi para pembantunya agar bisa bekerja lebih baik untuk masyarakat.
"Jika mencermati pernyataan Presiden tampaknya tidak lama lagi akan terjadi reshuffle. Prabowo juga nampaknya ingin memberikan tekanan dan kesempatan agar para pembantunya di pemerintahan dapat bekerja dengan baik dan benar," ujarnya.
Melalui ketegasannya, Presiden Prabowo ingin menunjukkan komitmen untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. Baginya, kompetensi adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh para pembantunya.
"Ini menunjukkan Prabowo tidak alergi mencopot orang-orang tidak berkompeten dari partai politik, sekaligus juga tidak meributkan pula siapa yang dipilihnya dari partai politik atau dari profesional. Yang terpenting adalah track record-nya jelas, telah berkeringat di pilpres, berkompeten dan mengedepankan kepentingan masyarakat," terang Efriza.
Baca Juga: Prabowo Janji Copot Pejabat yang Tidak Kompeten, Tak Peduli Asal Partainya
Sebelumnya, Presiden Prabowo memberi ultimatum kepada para pejabat yang tidak kompeten atau berniat untuk memperkaya diri sendiri.
Prabowo memastikan bahwa penegakan hukum akan berjalan tanpa intervensi. Ia pun berjanji akan mencopot pejabat yang tidak kompeten tanpa peduli dari mana latar belakang partainya.
"Kita terus melakukan upaya menegakkan hukum, mengusut segala penyelewengan. Kita tidak akan ragu-ragu copot pejabat yang tidak mampu tanpa memandang bulu, tanpa melihat partai mana, suku mana atau agama mana," katanya, saat pengarahan kepada Kepala Daerah Se-Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Ia menambahkan bahwa pejabat yang tidak setia menjalankan amanat rakyat dipersilakan untuk berhenti dari jabatannya. Langkah pembersihan ini dinilai krusial agar potensi ekonomi Indonesia tidak terhambat oleh perilaku pejabat nakal yang merugikan rakyat.
Baca Juga: MPR Dukung Komitmen Presiden Prabowo Tindak Tegas Pembalakan Liar
Saat ini, kata Prabowo, Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedelapan di dunia. Data International Monetary Fund (IMF), Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar USD4,66 triliun atau setara Rp76,3 kuadriliun.
"Diperkirakan dalam waktu 15 sampai 20 tahun lagi kita bisa mencapai negara kelima bahkan keempat terbesar di dunia," ujarnya.
Namun, Prabowo mengingatkan bahwa target ambisius tersebut menuntut pembenahan total dalam manajemen pemerintahan. Tantangan terbesar bangsa saat ini bukan pada potensi kekayaan alam, melainkan pada kemampuan mengelolanya secara jujur dan adil demi pemerataan kesejahteraan.
"Masalahnya adalah pemerintahan kita, pengelolaan kita. Kita harus mengelola kekayaan kita dengan sejujur-jujurnya sehingga sumber daya yang sangat besar bisa dinikmati seluruh rakyat," katanya.
Baca Juga: Peringatan Keras Prabowo ke Kepala Daerah Papua: Dana Otsus Jangan untuk Jalan-jalan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









