Pemerintah Diminta Tak Malu Terima Bantuan Asing, Komisi V DPR: Ini Situasi Darurat

AKURAT.CO Pemerintah diminta untuk tidak ragu untuk menerima bantuan asing, guna mempercepat penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Sumatera. Dalam kondisi krisis, penyelamatan warga harus menjadi prioritas utama, termasuk bila bantuan dari luar negeri diperlukan.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menjelaskan bahwa situasi di lapangan sangat berat dan berpotensi menimbulkan krisis kemanusiaan baru jika respons tanggap darurat tidak dipercepat.
"Untuk situasi darurat, ini kan antara hidup dan mati. Sekarang gini lho, yang sudah tertimbun, ini maaf bahasa saya enggak bagus. Yang sudah tertimbun sudahlah pasrah kita. Mengenali saja pun susah jenazahnya. Yang masih hidup, kalau enggak cepat ditangani juga akan mati. Orang dalam kondisi seperti ini pangan enggak ada. Kemudian obat-obatan terbatas," kata Lasarus kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga: DPR Tegaskan Pemerintah Masih Mampu Tangani Bencana Sumatera Tanpa Bantuan Asing
Dia menekankan bahwa warga yang selamat harus segera mendapat suplai makanan, obat, dan akses evakuasi agar tidak jatuh korban lebih banyak. Karena itu, dia meminta pemerintah tidak menunda percepatan tanggap darurat, termasuk membuka seluruh akses daerah yang masih terisolasi.
"Ini yang tidak boleh terjadi, maka tanggap darurat ini kita percepat. Stop, sampai yang sudah meninggal saja lah. Yang masih hidup ini kita selamatin semua. Untuk menyelamatkan yang masih hidup ini bagaimana? Mitigasinya, tanggap darurat ini dipercepat. Daerah terisolasi terobos semua dengan cepat," ucapnya.
Lasarus menegaskan bahwa jika kapasitas pemerintah terbatas, bantuan luar negeri tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang memalukan.
"Kalau memang kita enggak mampu, jangan malu minta bantuan negara lain. Iya dong, enggak perlu malu kita. Memang di luar kemampuan kita," pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menegaskan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih dapat ditangani dalam kapasitas nasional.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengatakan Indonesia belum membutuhkan bantuan asing meski beberapa negara sahabat telah mengajukan tawaran untuk membantu korban banjir dan longsor.
Baca Juga: Bahlil Peduli Bencana Sumatera, Golkar: Rakyat Butuh Aksi, Bukan Retorika
Sikap ini diambil karena pemerintah menilai seluruh unsur penanganan di dalam negeri, termasuk BNPB, TNI/Polri, dan pemerintah daerah, masih mampu bekerja secara efektif.
Dia mengatakan, pemerintah sangat menghargai empati dan solidaritas negara-negara mitra yang menawarkan dukungan, namun saat ini Indonesia belum membutuhkannya.
"Kami sedang menyelesaikan semua yang dibutuhkan, tapi memang ada beberapa yang menawarkan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya, tapi kami yakin kami masih bisa mengatasinya," kata Sugiono, Jumat (5/12/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









