AKURAT.CO KH. Yahya Cholil Staquf resmi diberhentikan dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Berdasarkan hasil keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU.
Melalui Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.ΙΙ.10.01/99/11/2025 tentang Tindak Lanjut Keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU, dijelaskan bahwa KH. Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU terhitung mulai 26 November2025 pukul 00.45 WIB.
"Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada butir 2 di atas, maka KH. Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB," bunyi butir ketiga surat edaran tersebut.
Baca Juga: Gus Nadir Sentil Visi Besar PBNU soal Menghidupkan Gus Dur: Nilai Kritis dan Tata Kelola Organisasi Justru Melemah
Berdasarkan butir tiga tersebut, maka KH. Yahya Cholil Staquf disebut tidak lagi memiliki wewenang dan hak untuk menggunakan atribut, fasilitas dan/atau hal-hal yang melekat kepada jabatan Ketua Umum PBNU.
Selain itu, KH. Yahya Cholil Staquf juga disebut tidak lagi memiliki wewenang dan hak untuk bertindak atas nama Perkumpulan Nahdlatul Ulama terhitung mulai 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.
Terkait hal ini, PBNU segera menggelar Rapat Pleno. Selama kekosongan jabatan Ketua Umum PBNU, maka kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam selaku pimpinan tertinggi NU.
Baca Juga: Pesantren Lirboyo Ajukan Dua Syarat untuk Jadi Tuan Rumah Pertemuan Polemik PBNU
"Dalam hal KH. Yahya Cholil Staquf memiliki keberatan terhadap keputusan tersebut, maka dapat menggunakan hak untuk mengajukan permohonan kepada Majelis Tahkim Nahdlatul Ulama sesuai dengan mekanisme yang telah diatur dalam Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penelesaian Perselisihan Internal," tulisnya.
Surat edaran tersebut dikeluarkan di Jakarta pada Selasa (25/11/2025).
Adapun, surat edaran tersebut ditandatangani secara digital oleh Dr. KH. Afifuddin Muhajir selaku Wakil Rais Aam, dan KH. Ahmad Tajul Mafakhir selaku Katib.
Baca Juga: Gus Nadir Bongkar Kisruh Internal PBNU: Ketum Tidak Akur dengan Sekjend dan Rais Aam