Menko Polkam Ajak PWI Berkontribusi Membangun Suasana yang Teduh

AKURAT.CO Menko Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menerima kedatangan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Jumat (21/11/2025) kemarin.
Pertemuan ini berlangsung penuh keakraban dan saling bertukaran pikiran terkait kondisi perpolitikan Tanah Air dan geopolitik secara keseluruhan.
Menko Polkam mengawali paparan terkait kondisi perpolitikan Indonesia. Ia menyatakan, pada situasi saat ini yang dibutuhkan ialah kearifan dan kontribusi semua pihak termasuk pers tanah serta para jajaran PWI di seluruh Indonesia.
Baca Juga: DPD dan PWI Pusat Sepakat Kampanyekan Green Democracy Jelang Hari Pers Nasional 2026
Menurutnya, pertemuan ini menjadi darah segar bagi pemerintah untuk bersama-sama membangun perpolitikan Indonesia yang adem dan terus menuju cita-cita Indonesia masyarakat adil dan makmur.
"Semua itu dalam proses penyempurnaan," katanya.
Menko Polkam menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus berupaya menyelesaikan setiap tugasnya sebagai kepala negara serius.
Sebagai prajurit sejati dan pejuang, Prabowo memiliki caranya sendiri dalam memahami setiap situasi negara dan perpolitikan.
Baca Juga: PWI Pusat Ingatkan Jurnalis Tak Terjebak Copy Paste dan Hoaks di Era Teknologi
Presiden Prabowo selalu mengingatkan bekerja keras dan mari maju bersama kepada setiap menterinya.
"Presiden tidak ingin ada kegaduhan dalam setiap kebijakan dan sikap pemerintah terhadap fenomena perpolitikan saat ini. Sistem pemerintahan dengan koalisi berbagai partai memang memerlukan seni dalam setiap sikap dan kebijakan," jelasnya.
Menko Polkam berharap setiap sikap dan kebijakan yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo seyogyanya harus mendapat dukungan dari pers nasional. Pihaknya pun meyakini presiden memiliki niat yang tulus dalam menjalankan roda pemerintahan.
Di luar negeri, Presiden Prabowo telah mendapatkan posisi terbaik di mata negara lain. Ia pun menyebutkan saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum ke-80 PBB, di Markas Besar PBB, New York.
Untuk itu diharapkan seluruh jajaran pengurus PWI dapat memaknai setiap kebijakan luar negeri yang dibangun.
"Sebut saja dalam sidang umum PBB. Prabowo mengatakan kepada Israel bahwa saya akan akui negara Israel, tetapi juga akui Palestina sebagai sebuah negara yang berdaulat. Pernyataan Prabowo yang demikian mendapatkan apresiasi dari negara lain, baik pro maupun kontra. Termasuk Donald Trump, Presiden Amerika," jelasnya.
Selain itu, keberhasilan diplomasi di Arab Saudi juga membuat Indonesia mampu membuka perkampungan haji.
"Sebuah kebijakan yang tidak pernah dibuat Arab Saudi. Bayangkan, Arab Saudi mengubah undang-undang negara sendiri untuk memenuhi keinginan Indonesia," ujarnya.
Pertemuan yang berjalan kurang lebih satu jam ini memberikan input positif bagi seluruh jajaran PWI Pusat.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan berita baik tentang pelantikan pengurus yang dilaksanakan Oktober lalu.
"Kami baru saja dilantik Oktober lalu setelah dua tahun didera perselisihan dan dualisme. Alhamdulillah PWI telah bersatu kembali dan siap berkontribusi untuk bangsa dan negara," katanya.
Cak Munir pun berharap dengan kepengurusan baru PWI Pusat, Kemenko Polkam dapat bersinergi dan bekerja sama dalam menjalankan dan melaksanakan berbagai program strategis.
Baca Juga: PWI Dorong Penguatan Implementasi Pasal 8 UU Pers, Usul Bentuk Protokol Perlindungan Wartawan
Tak lupa, Cak Munir bersama Sekjen, Zulmansyah Sekedang, menyampaikan undangan kepada Menko Polkam untuk berkenan hadir di Kantor PWI Pusat untuk saling sharing dan berdiskusi pada tataran kebijakan negara yang strategis.
Dalam pertemuan itu, Cak Munir didampingi Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang; Ketua Dewan Kehormatan, Atal S Depari; Dewan Penasihat, Basril Basyar; Dewan Pakar, Nurjaman Mochtar; Kabid Luar Negeri, Irfan Junaidi; Kabid Multimedia IT, Hilman Hidayat; Departemen Hankam, TNI dan Polri, Johnny Hardjojo dan Musrifah, Badar Subur; Ketua Komisi Hukum, Baren Antonio Siagian; Direktur Satgas Antikekerasan Wartawan, Edison Siahaan; dan Direktur Satgas Antihoaks, Insan Kamil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









