IFSR Luncurkan Trisula Pemantauan MBG, dari Website Review hingga Pemanfaatan CCTV AI

AKURAT.CO Indonesia Food Security Review (IFSR) bekerja sama dengan Maven Teknologi, Kreasi Binar Indonesia, dan Asskana Konsultan Sejahtera (AKS), meluncurkan Trisula IFSR guna memantau keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Trisula IFSR tersebut meliputi Website Review MBG Rating, Pemanfaatan CCTV berbasis Artificial intelligence (AI), serta Pedoman dan SOP Pencegahan Penanganan Insiden Keamanan Pangan.
Inisiatif Trisula IFSR merupakan langkah strategis yang dihadirkan IFSR sebagai sistem pengawasan, mitigasi, dan respon cepat terhadap potensi insiden keamanan pangan pada Program MBG.
Baca Juga: Menkes Beberkan Penyebab Keracunan MBG: Bakteri, Virus hingga Zat Kimia Berbahaya
Melalui pendekatan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, dan dukungan teknologi, Trisula IFSR diharapkan dapat memastikan bahwa setiap anak, balita, ibu hamil dan ibu menyusui sebagai penerima manfaat mendapatkan makanan bergizi yang aman, layak, dan berkualitas.
"Jadi Web Review MBG ini, kita akan launching secara umum itu di minggu depan. Caranya kita akan mengedarkan selebaran kepada sekolah-sekolah yang telah menjadi penerima manfaat dari program MBG," ucap Vice Executive Director IFSR Alfetahan Septianta, di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
"Jadi, mereka bisa aktif secara langsung untuk mengakses website-nya dan membuat review mulai dari minggu depan," lanjutnya.
Website Review MBG yang dapat diakses melalui https://reviewmbg.id/, diyakini akan mempermudah pengguna untuk memberikan penilaian secara langsung dan transparan.
Alfatehan menjelaskan, platform ini mengadaptasi konsep sistem penilaian yang sudah familiar di masyarakat, seperti Google Rating atau Zomato pada restoran atau kafe.
Penilaian yang terkumpul melalui sistem ini akan menjadi informasi penting bagi Badan Gizi Nasional (BGN), untuk menilai kinerja dapur dan melakukan perbaikan yang diperlukan.
Baca Juga: Perpres Tata Kelola MBG Segera Terbit, BGN Perketat Standar Keamanan Pangan
Dengan adanya sistem ini, Program MBG tidak hanya berfokus pada distribusi jumlah porsi, tetapi juga pada pemenuhan standar kualitas dan gizi yang tepat bagi penerima manfaat. Data rating ini akan membantu BGN untuk mengidentifikasi dapur yang berkinerja baik serta yang memerlukan perbaikan segera.
Oleh karena itu, Review MBG bukan hanya sebagai alat untuk pengawasan, tetapi juga sebagai dasar untuk perbaikan berkelanjutan yang mendukung kesuksesan program dalam jangka panjang.
Saat ini, pihaknya juga tengah berupaya berdiskusi dengan BGN agar masukkan-masukkan yang ada dalam website tersebut, seperti request menu, bisa langsung disampaikan juga ke pihak dapur.
"Jadi, karena saat ini kita memiliki informasi terkait misalnya kontak dari SPPI-nya atau pekerja dapurnya, tapi kita butuh izin dari BGN untuk bisa langsung mengkomunikasikan hal terkait misalnya masukan, saran, atau misalnya prosesnya supaya ke dapur itu secara langsung," ungkapnya.
Sementara itu, Executive Director IFSR, Glory Harimas Sihombing, berharap peluncuran Review MBG dapat meningkatkan kualitas dan akuntabilitas program MBG, serta mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap program pangan nasional.
Lebih dari sekadar laporan internal, sistem Review MBG membuka kesempatan bagi publik untuk terlibat aktif, memastikan bahwa program ini berjalan sesuai dengan tujuannya.
Baca Juga: BGN Perketat Standar Sanitasi MBG, Wajib Pakai Alat Sterilisasi hingga Masak dengan Air Galon
"Kita ingin tahu dapur mana yang bagus, dan dapur yang memang kurang bagus, dan kurang tertib, itu kita justru ingin secepat mungkin kita kasih red flag ke BGN," ujar Glory.
Dia menilai, transparansi ini bukan hanya untuk memantau kualitas makanan yang disajikan, tetapi juga untuk menciptakan sistem pengawasan yang lebih berkelanjutan, partisipatif, dan bertanggung jawab.
Dengan adanya transparansi yang lebih besar, Program MBG dapat memastikan bahwa setiap penerima manfaat tidak hanya mendapatkan makanan dalam jumlah yang cukup, tetapi juga yang bergizi, aman, dan memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang yang optimal.
"Jadi, kalau makanan yang misalnya kurang menarik, ataupun ada berbau, ataupun suka sering telat, itu kita pengen banget langsung dapet review langsung dari murid, atau orang tua murid, atau bahkan gurunya. Begitu itu kita tahu, kita infokan ke BGN, BGN langsung notifikasi sehingga bisa langsung dipantau secara tepat, dan mereka bisa menghindari adanya kejadian luar biasa," jelas Glory.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









