Akurat

Waspadai Penumpang Gelap Aksi Demo

Ahada Ramadhana | 27 Agustus 2025, 07:45 WIB
Waspadai Penumpang Gelap Aksi Demo

AKURAT.CO Aksi demo di depan Gedung DPR RI yang berujung rusuh pada Senin (25/8/2025) terlihat sarat kepentingan politik hingga banyaknya penumpang gelap.

Demikian dikatakan pengamat politik Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menanggapi fenomena demo 25 Agustus 2025, melalui keterangannya, Rabu (27/8/2025).

"Kalau saya lihat aksi kemarin memang sengaja dibuat anarkis dan ricuh. Bisa dibilang di aksi kemarin itu ada kepentingan politik juga yang menumpang," ujarnya.

Baca Juga: Demo DPR Berujung Ricuh, Anggota Dewan Perlu Perbaiki Pola Komunikasi

Iwan menyayangkan tindakan anarkis massa aksi yang menyasar kendaraan milik warga sipil dalam demo tersebut.

Menurutnya, negara telah memiliki regulasi sebagai panduan menyampaikan pendapat dan aspirasi di depan umum.

"Pada prinsipnya memang aksi demonstrasi itu dijamin oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Namun yang menjadi catatan, jangan sampai anarkis, merusak fasilitas umum, apalagi sampai membakar motor warga sipil di jalanan. Menurut saya, ini sudah masuk kategori aksi provokatif yang ingin memancing kericuhan yang lebih besar lagi," jelasnya.

Baca Juga: Demo Hari Ini di DPR: Anak STM, Mahasiswa, hingga Ojol Terlibat, Pos Polisi Dibakar

Iwan pun menyesali mayoritas peserta demo merupakan pelajar sekolah menengah yang secara psikologis mudah untuk diprovokasi.

"Memang anak-anak STM ini kan gampang dimobilisasi dan diprovokasi dan gampang juga diajak anarki. Itulah bedanya kalau murni gerakan aktivis dan mahasiswa, mereka pasti lebih fokus pada ideologi dan tuntutan aksi. Bagaimana caranya tuntutan aksi itu bisa sampai pada sasaran," ujarnya.

"Kalau anak STM kemarin itu bukan lagi fokus pada tuntutan aksi, malah fokus anarkis. Nah, inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan," tambahnya.

Baca Juga: Massa Demo DPR Kibarkan Bendera PAN, Bima Arya Klarifikasi

Dalam hal ini, seyogyanya massa aksi dapat menyuarakan pendapat dengan tuntutan yang lebih kompleks serta tepat.

Mestinya tuntutan tidak hanya fokus pada gaji dan tunjangan anggota DPR RI. Tapi bisa membidik hal-hal yang lebih besar lagi seperti mendorong RUU Perampasan Aset dan sejenisnya.

"Maka dapat dibedakan gerakan yang aktivisme dengan gerakan menumpang. Itulah bedanya dengan gerakan aktivisme," katanya.

Baca Juga: Puan Soal Demo di DPR: Kami Tampung Semua Aspirasi Masyarakat untuk Perbaikan Kinerja

Iwan juga berharap, ke depan pihak kepolisian, dapat lebih humanis dalam menangani aksi-aksi unjuk rasa.

"Kita berharap aparat kepolisian juga tidak terprovokasi dan tetap mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis dalam menangani aksi demo," ujarnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK