Akurat

5 Tokoh Perempuan Hebat yang Membentuk Sejarah Gerakan Feminisme Dunia

Eko Krisyanto | 25 Agustus 2025, 23:30 WIB
5 Tokoh Perempuan Hebat yang Membentuk Sejarah Gerakan Feminisme Dunia

AKURAT.CO Gerakan feminisme tidak lahir begitu saja. Ia tumbuh dari keberanian tokoh-tokoh perempuan yang menolak tunduk pada ketidakadilan.

Dari ruang kelas, meja tulis, hingga jalanan perjuangan, mereka bersuara lantang demi hak-hak perempuan yang selama berabad-abad terpinggirkan.

Mereka bukan hanya pencetus gagasan, tetapi pembuka jalan bagi generasi berikutnya untuk terus memperjuangkan kesetaraan.

Berikut lima tokoh feminis paling berpengaruh yang kisah hidup dan pemikirannya tetap relevan hingga hari ini:

1. Mary Wollstonecraft (Britania Raya) – Peletak Dasar Filsafat Feminisme

Di abad ke-18, saat perempuan nyaris tak memiliki akses pendidikan, Mary Wollstonecraft hadir dengan karya monumental A Vindication of The Rights of Woman.

Lewat tulisannya, ia menegaskan bahwa perempuan berhak mendapat pendidikan yang sama dengan laki-laki.

Wollstonecraft dianggap sebagai “ibu pemikiran feminisme modern” yang membuka mata dunia tentang pentingnya kesetaraan dalam ilmu dan peran sosial.

Baca Juga: Kritik Publik dan Respons Sahroni: Antara Katup Pengaman, Anti-Dialog, dan Alienasi Politik

2. Simone de Beauvoir (Prancis) – Sang Penulis Le Deuxième Sexe

“Perempuan tidak dilahirkan, melainkan dibentuk.” Kalimat legendaris Simone de Beauvoir dalam The Second Sex (Le Deuxième Sexe) mengguncang dunia abad ke-20.

Sebagai filsuf eksistensialis, ia mengupas bagaimana budaya patriarki menciptakan konstruksi sosial yang menindas perempuan.

Pemikirannya menjadi fondasi teori feminis modern, menginspirasi gerakan feminis di seluruh dunia.

3. Evelyn Reed (Amerika Serikat) – Feminisme dan Marxisme

Evelyn Reed menempatkan feminisme dalam kerangka perjuangan kelas. Bagi Reed, akar utama penindasan perempuan bukan hanya patriarki, tetapi juga kapitalisme yang melanggengkan eksploitasi.

Sebagai aktivis dan penulis, ia menegaskan bahwa kebebasan perempuan tak bisa dilepaskan dari perjuangan melawan sistem ekonomi yang menindas. Pemikirannya memberi warna baru pada feminisme berbasis kelas.

4. Dorothy Dinnerstein (Amerika Serikat) – Feminisme dan Ekologi

Dorothy Dinnerstein dikenal melalui karyanya The Mermaid and the Minotaur yang memperkenalkan gagasan ekofeminisme.

Ia menyoroti bagaimana dominasi laki-laki terhadap perempuan sejajar dengan eksploitasi manusia terhadap alam.

Baca Juga: Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama untuk Teungku Nyak Sandang, Tokoh di Balik Seulawah RI-001

Pemikiran Dinnerstein memperluas horizon feminisme, menghubungkannya dengan isu lingkungan dan keberlanjutan hidup.

5. Raden Adjeng Kartini (Indonesia) – Emansipasi dari Timur

Dari tanah Jawa, lahirlah seorang perempuan yang melawan keterkungkungan tradisi: Raden Adjeng Kartini.

Melalui surat-surat yang kemudian dibukukan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini menyerukan pentingnya pendidikan bagi perempuan Indonesia.

Ia bukan hanya ikon emansipasi nasional, tetapi juga bukti bahwa gagasan feminisme tumbuh di berbagai penjuru dunia, termasuk Nusantara.

Kelima tokoh perempuan ini menunjukkan bahwa feminisme adalah gerakan universal yang melampaui ruang dan waktu.

Mereka berani menggugat ketidakadilan, membuka pintu kesetaraan, dan meninggalkan jejak pemikiran yang masih relevan hingga hari ini.

Perjuangan mereka mengingatkan kita bahwa kesetaraan gender bukanlah hadiah, melainkan hasil dari keberanian untuk melawan dan menciptakan perubahan.

 

Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.