Kepala BGN: Kenaikan Anggaran MBG Jadi Prerogatif Presiden

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa anggaran pendidikan dan kesehatan turut dialokasikan untuk menyukseskan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Demikian disampaikan Kepala BGN, Dadan Hindayana, di sela kegiatan Potret 1 Tahun BGN dalam Perjalanan Meningkatkan Kualitas Gizi Bangsa & Pameran Foto di Kantor Antara Heritage, Jakarta, Selasa (19/8/2025).
Program MBG menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Anggaran untuk program ini melonjak pada 2026 mencapai sekitar Rp335 triliun atau hampir dua kali lipat dari alokasi tahun sebelumnya yang berkisar Rp171 triliun.
Baca Juga: Kepala BGN: Banyak Restoran Sampai Hotel Alih Fungsi Jadi SPPG
"Satu kesehatan, satu pendidikan, jadi total Rp335 triliun. Nanti yang dari kesehatannya itu kurang lebih sekitar antara Rp24 atau Rp27 triliun. Jadi, bukan Rp335 triliun dari pendidikan saja, gitu," jelasnya.
Menurut Dadan, terkait penentuan anggaran menjadi hak prerogatif Presiden Prabowo. Pihaknya hanya ditanya jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan program MBG ke depannya.
"Terkait dengan anggaran, ini terus terang wilayahnya Pak Presiden ya, Badan Gizi ini hanya ditanya berapa uang yang dibutuhkan untuk makan bergizi, dengan asumsi yang demikian saya katakan Rp335 triliun. Berasal dari mana, ternyata masuk di dalam dua fungsi," jelasnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Panggil Kepala BGN Bahas Percepatan Program MBG, Penerima Manfaat Tembus 15 Juta
Dadan mengatakan, sebelumnya Presiden Prabowo bertanya terkait memberi makan kepada anak sekolah apakah bagian dari pendidikan. Sedangkan memberi makan ibu hamil dan menyusui juga bagian dari kesehatan. Tentunya hal tersebut tepat.
"Begitu karena kadang-kadang beliau bertanya. Memberi makan kepada anak sholah bagian dari pendidikan enggak? Pendidikan. Memberi makan kepada ibu hamil masuh bagian dari kesehatan enggak? Bagian kesehatan. Memberi makan kepada anak-anak dan yang kurang mampu bagian dari sosial enggak? Sosial. Ya sudah kalau gitu kita gabungkan saja," paparnya.
Dadan pun menegaskan bahwa alokasi yang ada bukan semata-mata mengurangi jumlah anggaran yang dipotong.
Baca Juga: BGN: Program Makan Bergizi Gratis Terbukti Tingkatkan Konsentrasi Anak
Menurutnya, Gross Domestic Product (GDP) negara terus meningkat dan 20 persen anggaran pendidikan berasal dari GDP.
Karenanya, dengan kenaikan itu maka anggaran pendidikan juga semakin naik.
"GDP kita naik lima persen kan per tahun, jadi anggaran pendidikan pun otomatis naik. Nah, yang naik lima persen itu tidak digunakan untuk operasional yang tahun lalu," ucapnya.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di NTT, Dasco Tuntut Pengawasan Optimal dari BGN
"Jadi, sebenarnya hampir tidak mungkin tidak mengganggu yang sudah ada sebelumnya. Itu ngitungnya demikian. Karena 20 persennya naik selalu berbasis total GDP," tambah Kepala BGN.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Tiga Laga Menanti di Grup A
- 9Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sebanyak 209,78 Hektare Masih Proses Pemadaman
- 10Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas







