Kasus Keracunan MBG di NTT, Dasco Tuntut Pengawasan Optimal dari BGN

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, berharap kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi yang terakhir dan tidak kembali terulang di masa mendatang.
"Kami minta kepada, kan kita lihat bahwa, kita tahu bahwa BGN itu juga mempunyai sistem baru dalam hal supervisi," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/7/2025).
Menurutnya, sistem pengawasan dalam program MBG yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebenarnya telah dirancang untuk mencegah hal-hal seperti ini terjadi.
Baca Juga: Prabowo Sampaikan Capaian Pemerintah: Investasi Tembus Target, Program MBG Diapresiasi Dunia
Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu menyebut, BGN memiliki ritme dan tenaga lapangan yang bertugas melakukan supervisi secara langsung.
"Mereka ada ritme, tenaga-tenaga untuk supervisi lapangan, baik untuk mengecek kualitas makanan, distribusi, maupun dari sisi pembayaran dari MBG ke dapur," jelasnya.
Untuk itu, Dasco menekankan pentingnya pelaksanaan pengawasan tersebut secara optimal di lapangan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. "Nah, sehingga kita harapkan bahwa kejadian-kejadian yang seperti itu tidak terulang," tutup Dasco.
Sebelumnya, sebanyak 215 siswa di NTT dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Kasus ini memicu perhatian publik dan desakan, agar pemerintah memperketat kontrol kualitas makanan dalam program tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









