Akurat

Empat Kebijakan Sudewo yang Memicu Demo Ribuan Warga Pati

Fajar Rizky Ramadhan | 13 Agustus 2025, 15:07 WIB
Empat Kebijakan Sudewo yang Memicu Demo Ribuan Warga Pati

AKURAT.CO Riuh unjuk rasa di Kabupaten Pati, Rabu (13/8/2025), tak lepas dari deretan kebijakan kontroversial Bupati Sudewo. Dalam beberapa bulan terakhir, keputusan politiknya berulang kali memicu gelombang protes warga.

Pertama, rencana kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Kebijakan yang disepakati bersama DPRD pada Mei 2025 ini sontak membuat warga geram.

Sudewo berdalih tarif sudah 14 tahun tak berubah. Namun, penolakan luas membuatnya membatalkan rencana tersebut lewat surat edaran pada 9 Agustus 2025.

Kedua, perubahan hari sekolah dari enam menjadi lima hari pada awal tahun ajaran baru. Jam belajar yang dipadatkan hingga sore dinilai mengganggu waktu anak mengikuti kegiatan TPQ dan Madin. Kebijakan ini akhirnya dibatalkan setelah protes datang dari para pengasuh pendidikan keagamaan.

Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Dikabarkan Mundur di Tengah Aksi Massa

Ketiga, pembubaran posko donasi aksi warga. Satpol PP sempat menyita ratusan karton air mineral yang dikumpulkan untuk demonstrasi 13 Agustus. Sudewo meminta maaf dan mengembalikan barang, dengan alasan menjaga kelancaran kirab tahunan.

Keempat, pernyataannya yang menantang warga melakukan penolakan terhadap kebijakan PBB.

“Siapa yang akan melakukan penolakan? Silakan lakukan,” ujar Sudewo dalam video yang beredar.

Ucapan itu memantik kemarahan publik, hingga ia akhirnya mengklarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf.

Rangkaian kebijakan dan pernyataan tersebut menjadi pemicu utama ledakan protes yang kini menggerus dukungan terhadap Sudewo di kursi bupati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.