DPR Ingatkan Pengawasan Ketat Kopdes Merah Putih agar Tak Jadi Proyek Gagal

AKURAT.CO Komisi VI DPR menyambut baik peluncuran program Koperasi Desa Merah Putih cetusan Presiden Prabowo Subianto, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan.
Meski demikian, keberhasilan program ini sangat bergantung pada pengawasan dan tata kelola yang baik, agar tidak bernasib seperti banyak koperasi di masa lalu yang hanya menjadi proyek papan nama.
"Kami di Komisi VI DPR RI menyambut baik peluncuran Koperasi Merah Putih ini. Ini adalah langkah besar menuju kemandirian desa, sesuai dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan. Tapi semua ini tidak cukup hanya dengan seremoni peluncuran. Harus dikawal betul," kata Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, saat dihubungi Akurat.co, Selasa (22/7/2025).
Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Rajawali Nusindo Distribusikan Bahan Pokok ke 57 Kopdes Merah Putih
Mufti menekankan, pentingnya pengawasan dan evaluasi berkala terhadap implementasi program tersebut. terutama, karena dana pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berpotensi menjadi beban baru, jika disalurkan tanpa perencanaan yang matang.
"Kalau sampai Koperasi Merah Putih ini gagal, dampaknya bisa lebih dalam, bukan hanya bagi desa, tapi juga kepercayaan publik terhadap program-program strategis negara," ujarnya.
DPR meminta agar ada mekanisme check and balance yang jelas, laporan berkala ke publik, serta memastikan koperasi yang terlibat benar-benar memiliki kapasitas tata kelola yang memadai.
"Jangan sampai dana pinjaman dari Himbara justru jadi beban baru, apalagi kalau disalurkan tanpa perencanaan yang matang atau tanpa kapasitas koperasi yang memadai," tutup politisi PDI Perjuangan itu.
Baca Juga: Bank Mandiri Sambut Peluncuran Kopdes Merah Putih, Perkuat Digitalisasi dan Sarana Koperasi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan pendirian lebih dari 80.081 kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).
Prabowo mengatakan bahwa ini adalah momen bersejarah bagi Indonesia. Sebab, pendirian lebih dari 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih memerlukan suatu usaha yang besar.
"Koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya bangsa yang lemah, tapi konsepnya sederhana, sama dengan komsep lidi, satu lidi lemah, tidak kuat, tidak ada artinya. Tapi kalau puluhan lidi, ratusan lidi dijadikan satu, ini adalah alat yang bisa membantu kita," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









